Studi: Fintech Pendanaan Sumbang Rp60 Triliun terhadap PDB Indonesia

Isna Rifka Sri Rahayu ยท Senin, 11 November 2019 - 14:55 WIB
Studi: Fintech Pendanaan Sumbang Rp60 Triliun terhadap PDB Indonesia

Perayaan satu tahun Asosiasi Fintech Pendanaan Indonesia (AFPI). (Foto: iNews.id/Isna Rifka Sri Rahayu)

JAKARTA, iNews.id - Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) bersama dengan Asosiasi Fintech Pendanaan Indonesia (AFPI) membuat studi tentang peran fintech pendanaan (P2P lending) terhadap ekonomi Indonesia. Studi tersebut menunjukkan fintech ini meningkatkan Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar Rp60 triliun.

Peneliti Indef lzzudin Al Farras mengatakan, industri fintech menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Dengan perkembangan sedemikian pesat, fintech semakin relevan sebagai sarana untuk memperdalam pasar keuangan di Indonesia.

"Fintech P2P lending menyerap 362.000 tenaga kerja, menyumbang Rp60 triliun kepada PDB, dan menekan kemiskinan hingga 0,7 persen," ujarnya di JS Luwansa, Senin (11/11/2019).

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), nilai pinjaman melalui fintech mencapai Rp44,8 triliun per Juni 2019, dengan jumlah transaksi peminjam (borrower) mencapai 9,7 juta akun. Persebaran pinjaman fintech ke wilayah di luar Jawa juga meningkat hingga 107 persen secara tahunan.

"Fintech juga berpotensi memiliki peran besar dalam meratakan kue ekonomi, khususnya untuk UMKM," kata dia.

Dia melanjutkan, salah satu hasil yang terlihat adalah peningkatan pendapatan untuk petani di desa sebesar 1,23 persen dan pekerja perdagangan di kota sebesar 2,59 persen. Selain itu, fintech P2P lending juga memiliki dampak terhadap pengeluaran rumah tangga.

"Pengeluaran rumah tangga meningkat seperti pengeluaran rumah tangga pengusaha pertanian meningkat 1,34 persen, rumah tangga golongan rendah perkotaan meningkat 1,34 persen, dan rumah tangga golongan atas perkotaan meningkat 1,77 persen," ucapnya.

Dampak positif fintech P2P lending terhadap ekonomi Indonesia diharapkan terus meningkat seiring dengan semakin berkembangnya bisnis fintech pendanaan. Pasalnya, prospek investasi fintech ke depannya cukup menjanjikan baik di Indonesia maupun di ASEAN.

"Kita tentu ingin fintech P2P lending bisa terus berkembang dan memberikan dampak positif bagi perekonomian nasional. Oleh karena itu, para stakeholders di industri fintech perlu saling bekerja bersama-sama untuk menciptakan situasi yang kondusif," tutur dia.

Editor : Rahmat Fiansyah