Studi Nielsen: Orang Indonesia Doyan Beli Barang Premium Lewat Online

Rahmat Fiansyah ยท Selasa, 16 April 2019 - 13:28 WIB
Studi Nielsen: Orang Indonesia Doyan Beli Barang Premium Lewat Online

Konsumen Indonesia saat ini lebih memilih berbelanja produk premium secara online dibanding mendatangi toko fisik. (Foto: ilustrasi/AFP)

JAKARTA, iNews.id - Dulu, orang biasanya membeli barang premium langsung di toko resminya dengan alasan lebih terjamin keasliannya. Namun, kini mereka berani untuk membeli barang premium lewat online.

Hal tersebut terungkap dalam studi bertajuk Changing Consumer Prosperity yang dilakukan oleh Nielsen, lembaga riset global. Dalam studi tersebut, sebanyak 58 persen konsumen Indonesia paling mungkin berbelanja online untuk produk-produk premium. Indonesia berada di peringkat ketiga setelah India (72 persen) dan Turki (66 persen).

Untuk produknya, orang Indonesia membeli elektronik pribadi (63 persen) seperti komputer, ponsel, tablet, alat baca, dan lain-lain. Diikuti produk pakaian dan sepatu (41 persen), mobil (37 persen), perhiasan (34 persen), dan kosmetik (32 persen).

Faktor yang memengaruhi mereka dalam berbelanja barang premium secara online masih didominasi oleh rekomendasi. Separuh atau 50 persen dari mereka menjadikan rekomendasi dari rekan atau keluarga sebagai pertimbangan utama.

Selain itu, iklan online dan riset produk juga menjadi pertimbangan mereka sebelum membeli. Kedua faktor tersebut masing-masing sebesar 45 persen.

Direktur Consumer Insight Nielsen Indonesia, Rusdy Sumantri menjelaskan, orang Indonesia paling rajin meriset produk sebelum membeli dibandingkan konsumen lain di Asia Pasifik.

"Demikian juga dengan pengaruh dari iklan online terhadap keputusan membeli (juga penting). Ini menunjukkan bahwa pengaruh kanal online terhadap perilaku belanja konsumen di Indonesia semakin meningkat.” kata Rusdy, Selasa (16/4/2019).

Tren berbelanja produk premium lewat online menjadi fenomena global. Mereka yang berbelanja di e-commerce lokal untuk produk premium mencapai 45 persen pada 2018. Angka tersebut meningkat 6 persen dibandingkan dua tahun silam.

Namun, ada juga konsumen yang mengandalkan belanja lewat toko secara langsung. Porsinya mencapai 15 persen yang membeli produk premium, termasuk ke luar negeri dengan alasan pengalaman pribadi dan pelayanan yang diberikan oleh petugas toko.

Mereka ini kebanyakan berada di Hong Kong (38 persen), Kroasia (36 persen), dan Serbia (36 persen). Konsumen di ketiga negara tersebut rajin berpergian ke luar negeri untuk belanja barang-barang premium.

Studi ini menyasar dinamika belanja konsumen di 64 negara, termasuk kategori teratas yang berbelanja lebih banyak. Sampel sepenuhnya dilakukan lewat online dari pihak ketiga.


Editor : Rahmat Fiansyah