Susi Pudjiastuti Ditantang Effendi Gazali Debat Terbuka soal Benih Lobster

Aditya Pratama ยท Jumat, 14 Februari 2020 - 15:29 WIB
Susi Pudjiastuti Ditantang Effendi Gazali Debat Terbuka soal Benih Lobster

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. (Foto: Antara)

JAKARTA, iNews.id - Effendi Gazali menantang Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti untuk melakukan debat terbuka dalam diskusi tentang benih lobster. Debat terbuka itu dijadwalkan di kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Jakarta pada Rabu 19 Februari 2020.

Tantangan tersebut merespons kritik Susi atas Ketua Komisi Pemangku-Kepentingan dan Konsultasi Publik Kementerian Kelautan dan Perikanan (KP2-KKP) ini. Susi dalam akun Twitter mempermasalahkan pernyataan Effendi tentang kemungkinan pemerintah untuk membuka keran ekspor benih lobster.

"Keilmuan tinggi seorang guru besar doctor dalam menjustifikasi/memperlihatkan/meninggikan/membenarkan ignorances (ketidaktahuan) untuk pembenaran ekspor bibit lobster. Saya tidak berilmu. Dan saya berduka," kata Susi sambil menyertakan tautan video pernyataan Effendi, dikutip Jumat (14/2/2020).

Tak terima atas kritik Susi, dia berharap bisa bertemu dan berdiskusi dalam forum terbuka. Dia pun meminta Susi untuk menyesuaikan jadwalnya.

"Begini, Bu. Sesuai peradaban ilmiah, kami undang Ibu hadir pada Silaturahmi & Diskusi Ilmiah ‘Lobster: Apa Adanya’. Usul kami Rabu, 19 Feb, di Aula KKP (rumah Ibu juga kan?). Para ahli dan jurnalis mohon semua yang berkenan hadir. Semoga berkenan, jadwal bisa kita cocokkan, terimakasih,” kata Effendi dalam akun Twitternya.

Effendi menulis 17 cuitan untuk mengomentari Susi atas video yang diunggahnya dalam Twitter. Dia juga memastikan, posisinya soal benih lobster untuk memberantas penyelundup.

"Soal benih lobster, POSISI sy jernih: 1) Lawan penyelundup! Kata PPATK nilainya sp 900Milyar/thn; (msh berlangsungkah?) 2) Tidak ekspor benih sampai kt punya atau MOU bikin hatchery lobster; 3) Pro budidaya dgn sharing ilmu & pemberdayaan," ujar Effendy.

Effendi menilai, video yang menjadi perhatian publik itu sudah melalui proses edit. Dengan demikian, apa yang ditampilkan dalam video tersebut bisa menjadi salah tafsir.

“Sy tdk tahu maksud yg edit video itu. Tp hoaxnya ada pd upaya menyimpulkan tiba2: EG dukung ekspor benih lobster+ framing GB/Dr menganiaya org tak berilmu! Duh dzholim nian framing memelas + kesimpulan itu,” kata Effendi.


Editor : Ranto Rajagukguk