Tak Hanya Hitung Pajak, PKN STAN Dituntut Punya Pengetahuan Ekonomi Makro

Suparjo Ramalan · Minggu, 19 Juli 2020 - 07:11 WIB
Tak Hanya Hitung Pajak, PKN STAN Dituntut Punya Pengetahuan Ekonomi Makro

Ke depan generasi muda dapat terlibat merumuskan kebijakan pajak sehingga mampu membawa ekonomi Indonesia lebih baik. (Foto: Sindonews)

JAKARTA, iNews.id - Menteri Keuangan (Kemenkeu) Sri Mulyani Indrawati menyatakan civitas akademik Politeknik Keuangan Negeri (PKN) STAN perlu merumuskan kurikulum berkaitan dengan policy perpajakan. Hal itu penting agar ke depan generasi muda dapat terlibat merumuskan kebijakan pajak sehingga mampu membawa ekonomi Indonesia lebih baik. 

Sri Mulyani menyebutkan, dalam kondisi Covid-19 dan tuntutan ekonomi makro di masa mendatang, Indonesia membutuhkan gagasan segar dan baru dari seluruh anak bangsa negeri. Untuk STAN, tenaga pengajar tidak perlu berkutat pada perkara aturan pajak, tapi bagaimana mahasiswa diberikan pengetahuan agar mampu membaca arah ekonomi makro ke depan.  

"Jadi tolong teman-teman yang ada di dalam STAN Jangan hanya sibuk mengajarkan mengenai aturan pajak, pasal ini, mengenai penghitungan pajak. Tapi policy perpajakan menjadi luar biasa penting bagaimana kita akan melihat dalam kondisi ini untuk memberikan insentif bagi perusahaan," ujar Sri Mulyani dalam acara Dies PKN STAN ke-5, Sabtu (18/7/2020).

Dalam kesempatan itu, dia menyampaikan berbagai macam tantangan mengelola keuangan negara di tengah kondisi Covid-19. 

Akibat pandemi penerimaan negara tahun ini diprediksi menurun akibat pendapatan di sektor pajak terus kontraksi roda usaha perusahaan juga berhenti. Sementara, pemerintah harus mengambil langkah strategis dan kebijakan perpajakan untuk membuat ekonomi kembali menggeliat. 

Editor : Dani Dahwilani

Halaman : 1 2 Tampilkan Semua