Tak Naikkan Tarif Listrik, Kementerian ESDM Klaim Bisa Tarik Investasi

Isna Rifka Sri Rahayu ยท Kamis, 10 Januari 2019 - 20:01 WIB
Tak Naikkan Tarif Listrik, Kementerian ESDM Klaim Bisa Tarik Investasi

Ilustrasi. (Foto: iNews.id/Yudistiro Pranoto)

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah mengumumkan tarif listrik tidak naik sepanjang 2019. Selain untuk menjaga daya beli masyarakat, masih ada beberapa indikator yang membuat pemerintah menetapkan kebijakan tersebut.

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Andy Noorsaman Sommeng mengatakan, alasan pemerintah mempertahankan tarif listrik tahun ini karena untuk menarik investor asing. Pasalnya, investor akan mempertimbangkan tarif listrik yang murah untuk mendirikan pabrik di Indonesia.

"Ya jelas dong kalau listriknya tersedia banyak, harganya terjangkau, pasti orang (investor) senang datang ke sini," ujarnya saat konferensi pers di kantornya, Jakarta, Kamis (10/1/2019).

Menurut dia, listrik saat ini menjadi komoditas yang penting bagi suatu negara baik untuk pembangunan maupun menarik investasi. Oleh karenanya, pemerintah terus berupaya menjaga pasokan dan tarif listrik agar terus stabil.

Sommeng sebelumnya mengatakan, pemerintah tidak menaikkan tarif listrik juga untuk menjaga daya beli masyarakat dan daya saing semakin bagus. Pasalnya, jika tarif listrik naik maka masyarakat akan mengurangi konsumsi listriknya.

"Gimana kalau parameternya berubah? Sekarang parameternya juga sudah berubah. ICP sudah turun. Memang yang harus diatur itu energi primernya," ucap Andi.

Sebelumnya, Menteri ESDM Ignasius Jonan mengatakan, tarif listrik tidak naik hingga akhir 2019. Pasalnya, pemerintah telah berkomitmen untuk kepentingan masyarakat semua golongan.

"Pemerintah berkomitmen tarif listrik sampai akhir tahun diharapkan tidak ada perubahan," ujarnya saat konferensi pers di Gedung Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (4/1/2018).

Sesuai Peraturan Menteri ESDM Nomor 28 Tahun 2016, tentang Tarif Tenaga Listrik yang Disediakan oleh PLN sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Menteri ESDM Nomor 41 Tahun 2017, disebutkan jika terjadi perubahan terhadap asumsi makro ekonomi yaitu kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, harga minyak Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP), dan inflasi dihitung secara triwulanan, maka akan dilakukan penyesuaian terhadap tarif tenaga listrik (tariff adjustment).


Editor : Ranto Rajagukguk