Tanpa Tunggu Kesepakatan, Prancis Akan Memulai Pajak Layanan Digital Tahun Ini

Djairan ยท Kamis, 15 Oktober 2020 - 23:47 WIB
Tanpa Tunggu Kesepakatan, Prancis Akan Memulai Pajak Layanan Digital Tahun Ini

Prancis akan memulai pemungutan pajak digital yang kontroversial pada pertengahan Desember. (Foto: Shutterstock)

PARIS, iNews.id - Prancis akan memulai pemungutan pajak digital yang kontroversial pada pertengahan Desember. Hal itu dipastikan terlaksana, meskipun Uni Eropa (UE) masih dalam proses pembahasan rencana tersebut, terutama untuk memajaki raksasa teknologi Amerika seperti Facebook dan Google, yang direncanakan dimulai pada 2021.

Sebelumnya, Prancis menangguhkan rencana itu karena Amerika Serikat (AS) setuju untuk menunda tarif pembalasan terhadap barang-barang Prancis. Gencatan itu juga ditujukan untuk memberi waktu para negosiator UE dan AS, untuk menentukan kesepakatan pajak laba di era digital tahun ini. 

Namun, negosiasi itu terus tertunda dan dipastikan tidak akan tercapai hingga pertengahan 2021. Menteri Keuangan Prancis Bruno Le Maire mengatakan AS telah menolak mentah-mentah kesepakatan dalam negosiasi yang dijalankan bersama Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD). Dia menyebut, negara-negara di Eropa harus berani memulai pajak layanan digital, seperti yang Prancis akan lakukan.

"Satu-satunya pertanyaannya adalah, apakah kita masih dapat menerima bahwa pemenang besar dari krisis ini, maksud saya raksasa teknologi AS itu, hanya dikenakan pajak rendah dibandingkan perusahaan besar lainnya? Jawaban saya adalah tidak," ujar Le Maire, dikutip dari Bloomberg Kamis (15/10/2020).

Dia tidak mengharapkan perubahan besar dalam negosiasi dengan AS, bahkan jika Joe Biden memenangkan pemilihan presiden November nanti sekalipun. "Mungkin akan ada perubahan tentang masalah sanksi dan bagaimana AS akan bersikap dengan Eropa, tapi saya lebih skeptis mengenai pajak digital," kata dia.

Langkah Prancis sama halnya dengan Denmark. Pada akhir Agustus lalu, otoritas Denmark mengatakan akan memulai peninjauan pajak digital terhadap Google. Perdana Menteri Denmark, Mette Frederiksen salah satu dari beberapa pemimpin Eropa yang mendesak agar raksasa seperti Google, Amazon, dan Apple membayar lebih banyak pajak di negara tempat mereka beroperasi. 

Editor : Ranto Rajagukguk