Telah Diresmikan, Kenali Fasilitas Keselamatan di Tol Layang Jakarta-Cikampek

Aditya Pratama ยท Kamis, 12 Desember 2019 - 15:38 WIB
Telah Diresmikan, Kenali Fasilitas Keselamatan di Tol Layang Jakarta-Cikampek

Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Sugiyartanto. (Foto: iNews.id/Aditya Pratama)

CIKARANG, iNews.id - Tol Layang Jakarta-Cikampek telah diresmikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) siang ini. Setelah diresmikan, tol ini terlebih dahulu menjalani serangkaian pembersihan dan kelengkapan rambu sebelum dibuka untuk umum.

Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Sugiyartanto menjelaskan, tol layang sepanjang 38 kilometer (km) ini juga akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas keselamatan, di antaranya Emergency U-Turn, Emergency Parking Bay, dan Emergency Exit Ramp.

"U turn ada delapan. Cara baginya gampang, setiap lima kilometer rata-rata satu. Parking bay setiap 10 km," ujar Sugiyartanto di Tol Layang Jakarta-Cikampek, Cikarang, Kamis (12/12/2019).

Namun, fitur keselamatan yang ada di Tol Layang Jakarta-Cikampek saat ini belum sepenuhnya rampung dan direncanakan selesai pada Februari 2020 mendatang.

Sementara itu, dia juga mengakui masih ada beberapa sambungan tol atau extension yang masih kurang sempurna di beberapa titik. Namun, pihaknya akan melakukan penyempurnaan setelah dilakukan peresmian.

"Beberapa kali saya coba kecepatan rata-rata 80km/jam seperti design speed tidak begitu terasa. Kalau kendaraan kecil atau shock breaker tidak begitu maksimal perbedaan pasti ada, hanya masalah kenyamanan," ucap Sugiyartanto.

"Namun, berlangsungnya waktu nanti ada uji coba penilaian SPM atau penyempurnaan kecil dari tol. Tujuan utamanya adl pengurangan waktu tempuh dan mengurangi tingkat kemacetan dan memecah arus di tingkat existing," tuturnya.

Selama uji coba berlangsung, jalan tol layang ini akan dikhususkan untuk Golongan I terlebih dahulu. Untuk bus dan kendaraan bertonase tinggi tidak disarankan menggunakan jalan tol tersebut.

"Karena bis biasanya kecepatannya lebih rendah termasuk juga golongan IV dan V kalo lewat atas berarti nanti bukan waktu tempuh yang turun, malah bertambah karena kecepatan golongan lebih besar biasanya," kata dia.


Editor : Ranto Rajagukguk