Terkait Utang, Pengamat Perkirakan Pemerintah Gali Lubang Tutup Lubang

Antara ยท Minggu, 24 Mei 2020 - 07:45 WIB
Terkait Utang, Pengamat Perkirakan Pemerintah Gali Lubang Tutup Lubang

Untuk menutupi biaya utang, pengamat ekonomi memerkirakan pemerintah akan berutang kembali karena pendapatan negara merosot. (Foto Grafis/Sindonews)

JAKARTA, iNews.id - Pemerintah diingatkan dapat menghadapi risiko pembiayaan karena ke depan tidak hanya wajib menutup defisit anggaran, namun menanggung pembiayaan utang jatuh tempo serta pembiayaan nonutang. Bagaimana tanggapan para ekonom.

Pengamat ekonomi dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Abdul Manap Pulungan mengatakan pemerintah perlu mengantisipasi pembayaran utang apabila penanganan Covid-19 telah usai. Untuk menutupi biaya utang, pemerintah diperkirakan akan berutang kembali karena pendapatan negara merosot, sehingga berpotensi memengaruhi fiskal APBN tahun-tahun mendatang.

"Kalau itu defisit artinya kita bayar utang lewat gali utang. Jadi kita membayar utang tahun depan itu dengan menerbitkan SBN tahun ini," ujar peneliti makro ekonomi dan keuangan Indef itu.

Untuk mendongkrak penerimaan negara dari pajak, dia mendorong pemerintah menggali lebih optimal dari perusahaan teknologi informasi berbasis digital, termasuk perdagangan dalam jaringan atau e-commerce.

Tak hanya itu, lanjut dia, pajak penghasilan pribadi khususnya kelas atas yang belum terdata perlu digenjot, termasuk memastikan dana hasil pengampunan pajak tidak keluar dari Indonesia.

Abdul juga mendorong penerbitan utang perlu didukung pengelolaan risiko keuangan negara seperti yang disampaikan sebelumnya oleh BPK.

Pendapat serupa juga diungkapkan Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Pingkan Audrine Kosijungan yang mengharapkan pemerintah waspada terhadap peningkatan defisit anggaran.

Penambahan biaya melalui penerbitan SBN itu dapat menimbulkan dampak negatif apabila pemanfaatannya tidak berjalan efektif dan tepat sasaran.

Karena itu, dia mengharapkan stimulus fiskal didukung oleh kontribusi dari sisi moneter maupun sektoral agar penanganan kesehatan maupun pemulihan ekonomi dapat berjalan dengan cepat.

"Efektifnya penambahan anggaran juga perlu didukung kelancaran rantai pasok dan ketersediaan barang-barang kebutuhan pokok masyarakat di pasaran," ujarnya.

Pelaksanaan kebijakan dengan tepat sasaran itu penting mengingat tujuan untuk menambah utang adalah menjaga agar masyarakat tidak terdampak sepenuhnya dari Covid-19.

Munculnya pandemi ini menjadi ujian besar bagi para pemimpin agar keputusan yang dihasilkan bisa menjaga tingkat kewarasan masyarakat serta kegiatan ekonomi kembali menggeliat. Namun, keputusan tersebut bisa menjadi bumerang di kemudian hari, terutama apabila pemerintah mengabaikan rambu-rambu dalam pengelolaan utang, dengan alasan demi kebaikan bersama.

Editor : Dani Dahwilani