Terus Tertekan, Rupiah Ditutup Melemah ke 14.520 per Dolar AS

Rully Ramli ยท Kamis, 06 Desember 2018 - 17:30 WIB
Terus Tertekan, Rupiah Ditutup Melemah ke 14.520 per Dolar AS

ilustrasi. (Foto: Ant)

JAKARTA, iNews.id - Kurs rupiah terhadap dolar AS kembali melemah di pasar spot. Pada penutupan perdagangan Kamis (6/12/2018) sore, rupiah menembus level Rp14.500 per dolar AS.

Data Bloomberg menunjukkan, rupiah ditutup di level Rp14.520 per dolar AS, turun 117 poin atau 0,82 persen dibandingkan posisi kemarin di Rp14.402 per dolar AS.

Rupiah langsung dibuka melemah di Rp14.482 per dolar AS. Sepanjang sesi perdagangan, rupiah terus tertekan hingga ke level Rp14.570 meski memangkas pelemahan hingga sore. Posisi ini membuat rupiah terdepresiasi 7,12 persen terhadap greenback sejak awal tahun.

Data Reuters juga menunjukkan, rupiah melemah 105 poin ke Rp14.380 per dolar AS. Mata uang Garuda bergerak dalam rentang Rp14.295-14.425 per dolar AS selama sesi perdagangan.

Berdasarkan kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia Kamis 6 Desember 2018, rupiah terdepresiasi 124 poin menjadi Rp14.507 per dolar AS dari posisi sebelumnya di Rp14.383 per dolar AS.

Analis senior CSA Research Institute Reza Priyambada mengatakan pergerakan mata uang rupiah kembali melanjutkan pelemahan terhadap dolar AS akibat sentimen negatif dari eksternal, yakni perang dagang.

"Sejumlah mata uang di kawasan Asia juga mengalami tekanan terhadap dolar AS," katanya.

Di sisi lain, lanjut dia, relatif terbatasnya sentimen positif dari dalam negeri menambah tekanan mata uang rupiah. Akibatnya rupiah melanjutkan pelemahannya.

Ekonom Samuel Aset Manajemen Lana Soelistianingsih menilai, nilai tukar rupiah melemah hari ini seiring mata uang kuat Asia seperti dolar Hong Kong dan dolar Singapura yang tertekan dolar AS.

Da menambahkan kemungkinan pelemahan rupiah ini juga terkait dengan faktor musiman yaitu meningkatnya permintaan dolar AS untuk kebutuhan akhir tahun seperti pembayaran utang pemerintah dan korporasi repatriasi, dan liburan.


Editor : Rahmat Fiansyah

TAG : rupiah