THR PNS Cair, Menkeu Optimistis Sektor Konsumsi Tumbuh 5,1 Persen

Isna Rifka Sri Rahayu ยท Jumat, 24 Mei 2019 - 14:25 WIB
THR PNS Cair, Menkeu Optimistis Sektor Konsumsi Tumbuh 5,1 Persen

Pencairan THR PNS diharapkan bisa mendorong pertumbuhan ekonomi pada kuartal II tahun ini. (Foto: iNews.id/Yudistiro Pranoto)

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) telah mencairkan tunjangan hari raya (THR) untuk Pegawai Negeri Sipil (PNS), TNI, Polri, dan pensiunan. Hal ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, dengan adanya pemberian THR ini dapat membuat pertumbuhan konsumsi kuartal II 2019 sebesar 5,1 persen. Pertumbuhan ini juga dibantu oleh situasi politik yang kondusif sehingga kepercayaan konsumen terjaga.

"Untuk pengaruhnya, tentu kita berharap dengan adanya THR ini dan bulan depan ada gaji ke-13 itu akan bisa menumbuhkan ekonomi," ujarnya di kantornya, Jakarta, Jumat (24/5/2019).

Pasalnya, THR ini bisa membuat pergerakan ekonomi di masyarakat menjelang Lebaran bergeliat. Seperti diketahui, setiap menjelang Lebaran tingkat konsumsi masyarakat meningkat pesat dari bulan biasanya.

"Jadi kalau dia membeli makanan makanan, baju, akan berdampak kepada para produsennya dan perdagangan," kata dia.

Kemenkeu menggelontorkan dana THR hingga mencapai Rp20 triliun. Jika keseluruhannya dibelanjakan oleh masyarakat maka akan ada pengaruh langsung.

"Dampkanya pada perekonomian tentu adalah dari konsumsi, biasanya yang terjadi adalah first round effect dan second round effect. Sehingga kita berharap memang pengaruhnya lebih besar daripada bulan-bulan biasa," ucapnya.

Pertumbuhan ekonomi kuartal I 2019 turun menjadi 5,07 persen dari kuartal IV 2018 sebesar 5,18 persen. Pada kuartal II 2019 ini, dia yakin pertumbuhan ekonomi masih di atas 5 persen.

Pasalnya, Bank Indonesia (BI) melaporkan harga-harga stabil sedangkan beberapa stagnan sehingga mencerminkan daya beli mayarakat yang tidak tergerus inflasi. "Kemarin masih di atas 5 persen. Kita berharap ini terjaga di atas 5 persen bahkan mendekati 5,1 persen," tutur dia.


Editor : Ranto Rajagukguk