Tidak Dimusnahkan, Ini Kebijakan Bulog Tekan Kerugian akibat Turun Mutu Beras

Diaz Abraham ยท Selasa, 03 Desember 2019 - 16:38 WIB
Tidak Dimusnahkan, Ini Kebijakan Bulog Tekan Kerugian akibat Turun Mutu Beras

Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso. (Foto: iNews.id/Diaz Abraham).

JAKARTA, iNews.id – Direktur Umum Bulog Budi Waseso menepis informasi mengenai 20.000 ton Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang terancam dibuang karena mengalami penurunan mutu. Berdasarkan peraturan, beras yang rusak atau turun mutu harus 'dibuang' (disposable).

Menurut Buwas, beras tersebut akan dimanfaatkan dengan semaksimal mungkin. Awalnya stok beras turun mutu harus masuk uji laboratorium yang direkomendasikan oleh Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian (Kementan) dan BPOM untuk diukur kualitasnya.

Selanjutnya, kata Buwas, beras akan disalurkan demi kepentingan lain dengan cara melelangnya atau dihibahkan.

“Beras tersebut masih memiliki manfaat dengan melakukan pengolahan, penukaran, penjualan di bawah HET (Harga Eceran Tertinggi), serta dihibahkan untuk bantuan kemanusiaan. Hal tersebut sejalan dengan Peraturan Menteri Pertanian nomor 38 Tahun 2018 tentang Pengelolaan Cadangan Beras Pemerintah,” kata Budi Waseso di Gedung Bulog, Jakarta, Selasa (3/12/2019).

Buwas menuturkan, penjualan di bawah HET akan berdampak pada kurangnya penerimaan Bulog, tapi pemerintah wajib membayar sisanya agar neraca keuangan tetap stabil. Hal ini telah tertuang dalam Undang-Undan Nomor 19 Tahun 2003 tentang BUMN.

“Ya karena penyerapan gabah dan beras yang dilakukan Bulog dalam rangka penugasan pemerintah, maka sesuai UU No. 19 Tahun 2003 tentang BUMN, maka apabila ada potensi kerugian atas penugasan akan ada kompensasi. Jadi Bulog tidak pernah minta-minta ganti rugi hanya berdasarkan regulasi saja,” ujarnya.

Pria yang akrab disapa Buwas ini mengaku proses lelang dilakukan bila ada rekomendasi dari pemerintah melalui Kementerian Keuangan. Dirinya menilai kebijakan ini harus cepat dilakukan mengingat tiap hari mutu beras akan terus berkurang.

Beras yang telah mengalami uji laboraturium dan diketahui kualitasnya bisa dilelang untuk nantinya direkomendasikan untuk diolah menjadi pakan ternak atau tepung. Bahkan kualitas terburuknya akan dimanfaatkan menjadi etanol.

“Kalau dalam kurun waktu ke depan tidak dimanfaatkan beras-beras itu, tidak dimanfaatkan di Bulog, akan ada potensi pertambahan (disposal), akan ada batas waktunya dan tidak mungkin kita yakini tidak akan berubah,” ucapnya.


Editor : Zen Teguh