Tol Trans Jawa Diminati Pemudik, Menhub Turut Pantau Jalur Alternatif

Isna Rifka Sri Rahayu ยท Senin, 22 April 2019 - 13:39 WIB
Tol Trans Jawa Diminati Pemudik, Menhub Turut Pantau Jalur Alternatif

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. (Foto: iNews.id)

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengantisipasi arus lalu lintas di jalan tol Trans Jawa dan jalan alternatif selama mudik 2019. Pasalnya, kedua jalur tersebut diperkirakan menjadi pilihan mayoritas para pemudik yang menggunakan jalur darat.

"Jadi yang butuh persiapan dan butuh effort untuk bagaimana kita manage adalah jalan Trans Jawa dan alternatif," ujar Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi saat rapat koordinasi antisipasi mudik 2019 di kantornya, Jakarta, Senin (22/4/2019).

Menurut dia, jalan tol Trans Jawa akan menyedot sebagian besar pemudik. Diperkirakan jalan tol yang baru rampung terhubung pada akhir 2018 akan dilalui 40 persen pemudik tahun ini atau sebanyak 1,7 juta orang dengan 399.962 mobil.

"Ini akan menjadi pemasukan yang cukup bagus tapi juga persoalannya juga lumayan ini. Tapi saya lihat Ibu Desi (Direktur Utama Jasa Marga) sepertinya sudah siap," ucapnya.

Kemudian, jalan alternatif yang biasanya menjadi pilihan pemudik hanya saat jalur lainnya terjadi kemacetan atau kecelakaan. Namun ternyata berdasarkan hasil penelitian Badan Litbang Kemenhub, jalur alternatif ini sejak awal menjadi pilihan utama masyarakat saat akan mudik.

Dia memerinci, pada jalan alternatif akan dilalui 12 persen pengendara mobil sebanyak  515.499 orang pemudik dengan 119.883 mobil. Kemudian juga akan dilalui 56,9 persen pengendara motor sebanyak 561.375 orang dengan 280.687 motor.

"Ini kita akan rapat khusus secara teknis. Jadi jalan kecil yang selama ini hanya menjadi alternatif akan banyak peminatnya di sana," kata dia.

Padahal, lanjutnya, jalur alternatif ini ukuranya sangat kecil dibandingkan jalur tol ataupun jalur arteri. Dengan ukuran yang kecil dan harus menampung kapasitas yang lebih banyak maka Kemenhub dan stakeholder lainnya perlu mengantisipasi jalan alternatif dengan cermat.

"Padahal jalan-jalan itu sangat kecil meski sudah bagus. Jadi dalam mudik kita juga harus siapkan jalan alternatif ini sebagai infrastruktur yang juga diminati oleh masyarakat," tuturnya.


Editor : Ranto Rajagukguk