Tren Deflasi Diperkirakan Berlanjut, Ekonom: Konsumsi Masih Anjlok

Rina Anggraeni ยท Selasa, 01 September 2020 - 18:12 WIB
Tren Deflasi Diperkirakan Berlanjut, Ekonom: Konsumsi Masih Anjlok

Ekonom Bank Permata Josua Pardede memprediksi deflasi terus berlanjut hingga akhir 2020. (Foto: Shutterstock)

JAKARTA, iNews.id - Ekonom Bank Permata Josua Pardede memprediksi deflasi terus berlanjut hingga akhir 2020. Hal ini seiring dengan konsumsi daya beli yang masih turun.

"Secara keseluruhan, dengan tekanan inflasi yang rendah tersebut mengindikasikan tingkat konsumsi masyarakat cenderung masih dalam tren menurun dari awal tahun hingga pertengahan kuartal III tahun 2020 ini," kata Josua saat dihubungi di Jakarta, Selasa (1/9/2020).

Meski begitu, dengan peningkatan penyerapan belanja pemerintah termasuk anggaran pemulihan ekonomi nasional (PEN) serta pemberian stimulus lanjutan untuk mengungkit daya beli masyarakat pada kuartal III tahun ini.

"Pemerintah sudah meluncurkan beberapa stimulus lanjutan pada akhir bulan Agustus seperti pemberian gaji ke 13 bagi ASN, penyaluran subsidi gaji bagi pekerja dengan gaji <Rp5juta serta pemberian banpres produktif bagi pelaku usaha mikro dan kecil," katanya.

Dia menuturkan, Indeks Harga Konsumen (IHK) mengalami deflasi sebesar 0,05 persen, setelah pada Juli tercatat deflasi 0,01 persen. Sementara itu, secara tahunan, inflasi mengalami perlambatan menjadi sebesar 1,32 persen yoy, lebih rendah dibanding inflasi periode sebelumnya sebesar 1,54 persen yoy.

Adapun, Deflasi pada Agustus disebabkan oleh kelompok harga barang bergejolak yang mengalami deflasi sebesar 1,44 persen mom, dan berkontribusi pada deflasi sebesar 0,24 persen.

"Secara spesifik deflasi didorong oleh tiga komoditas, yaitu daging ayam ras (0,09 persen), bawang merah (0,07 persen), dan tomat(0,02 persen). Dari sisi bawang merah, musim panen disertai dengan permintaan yang belum meningkat drastis mendorong adanya oversupply pada komoditas ini, sehingga harganya cenderung mengalami penurunan," ujarnya.

Editor : Ranto Rajagukguk