Tumpahan Minyak di Balikpapan, Menteri Jonan Tunggu Hasil Investigasi

Ranto Rajagukguk ยท Kamis, 19 April 2018 - 18:38 WIB
Tumpahan Minyak di Balikpapan, Menteri Jonan Tunggu Hasil Investigasi

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan. (Foto: iNews.id/Isna Rifka Sri Rahayu)

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menunggu hasil investigasi final dari pihak Kepolisian bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) atas insiden tumpahan minyak yang terjadi di Teluk Balikpapan, Kalimantan Timur.

Menurut dia, penyebab pasti sampai terjadinya minyak tumpah di perairan Balikpapan tersebut perlu diselidiki, apakah karena pipa pecah, sudah tua, atau karena gangguan lainnya. "Yang mesti dicari itu penyebab tumpahan minyak itu, (sudah) pasti karena pipa di bawah laut pecah, tetapi pecahnya kenapa? Kami ingin lihat dulu," ujar Jonan, seperti mengutip dari laman Kementerian ESDM, Kamis (19/4/2018).

Apabila hasil investigasi dari kepolisian dan KLHK sudah keluar, maka akan diambil tindakan sesuai dengan penyebab pasti terjadinya insiden tumpahan minyak di laut tersebut. "Kalau soal sanksi, kita lihat penyebab tumpahan minyak itu apa karena sampai sekarang hasil investigasinya belum ada," katanya.

Jonan menyatakan, sanksi akan dijatuhkan bagi pihak yang bertanggung jawab sesuai perundang-undangan yang berlaku. "Saya enggak mau berasumsi. Nanti memengaruhi investigasi. Jadi, fair saja nanti hasil investigasi final seperti apa, dari situ kami ambil tindakan," ucapnya.

Dalam penyelidikan sementara, ditemukan tumpahan minyak disebabkan patahnya pipa penyalur minyak mentah dari Terminal Lawe-lawe di Penajem Paser Utara ke Kilang Balikpapan. Pipa baja diameter 20 inci ini tebalnya 12 milimeter dan kedalaman 25 meter.

Polda Kalimantan Timur sendiri belum bisa memastikan penyebab dari patahnya pipa tersebut. Alasannya karena mereka masih harus mengangkat sampel pipa untuk diteliti oleh ahli di laboratorium forensik.

PT Pertamina (Persero) sebelumnya siap mengangkat pipa yang putus sehingga menyebabkan tumpahan minyak di Balikpapan, Kalimantan Timur. Yudi Nugraha, Region Manager Communication dan CSR Pertaminab bagian Kalimantan mengatakan, persiapan pengangkatan pipa yang putus sudah memasuki tahap akhir.

Persiapan yang sudah dilakukan tersebut mulai dari pembentukan tim khusus, pendataan kondisi pipa, pemesanan pipa pengganti, pemotongan pipa, dan perencanaan teknik pengangkatan pipa.

"Direncanakan pipa yang putus akan diangkat secepatnya oleh Pertamina dan diperiksa oleh pihak kepolisian," kata Yudi.

Editor : Ranto Rajagukguk