Tunjuk Penas Pimpin Holding Penerbangan, Ini Pertimbangan Pemerintah

Rully Ramli ยท Senin, 22 April 2019 - 14:39 WIB
Tunjuk Penas Pimpin Holding Penerbangan, Ini Pertimbangan Pemerintah

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berencana menjadikan PT Survai Udara Penas (Persero) sebagai induk holding penerbangan. (Foto: Okezone)

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berencana menjadikan PT Survai Udara Penas (Persero) sebagai induk holding penerbangan. Pasalnya, kompleksitas bisnis Penas lebih rendah dibanding yang lainnya.

Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa Survei dan Konsultan Kementerian BUMN Gatot Trihargo mengatakan, perusahaan penerbangan lain seperti PT Angkasa Pura I (Persero) dan PT Angkasa Pura II (Persero) memiliki kompleksitas bisnis yang jauh lebih tinggi dibanding Penas. Selain itu, kedua perusahaan memiliki banyak anak usaha.

"Kita pakai Survai Penas itu yang penting adalah special company-nya itu akan lebih mudah. Kan yang non-Tbk, ada AP I dan AP II. Tapi mereka kompleksitasnya tinggi jadi kita mau ke depan operational strategic holdingnya," tutur Gatot di Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (22/4/2019).

Selain itu, Penas merupakan perusahaan pengelola bandara dengan 100 persen saham milik negara. Oleh karenanya, hal ini diharapkan mampu mempermudah kontrol pemerintah terhadap perusahaan anggota holding BUMN Penerbangan.

Gatot juga memastikan, perusahaan penerbangan BUMN lainnya telah setuju dengan keputusan menjadikan Penas sebagai induk holding. "Enggak ada masalah di holdingnya. Yang penting gimana mereka fokus dan leverage balance sheet-nya," katanya.

Pembentukan holding penerbangan ini ditargetkan rampung tahun ini. Saat ini, Kementerian BUMN sedang melakukan koordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait.

Nantinya, selain AP I, AP II, dan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, holding ini juga akan berisikan perusahaan penerbangan pemerintah lainnya, seperti PT Pelita Air Service. "Ada Pelita masuk (holdihg). Tapi, karena Pelita milik Pertamina, jadi fokus secara generik untuk Pelita sebagai chapter flight dan kargo.  Jadi kargo in line dengan Garuda, Pelita, AP I, dan AP II," ujar Gatot.

Sebagai informasi, penunjukkan Penas sebagai induk holding tercantum dalam surat Menteri BUMN Rini Soemarno kepada Menteri Keuangan Sri Mulyani tentang Rancangan Peraturan Pemerintah dan Kajian Pembentukan Holding BUMN Sarana dan Prasarana Perhubungan Udara Surat tertanggal 25 Maret 2019.


Editor : Ranto Rajagukguk