Turunkan Tarif Tiket Pesawat, Pemerintah Diminta Kuatkan Kurs Rupiah

Isna Rifka Sri Rahayu ยท Sabtu, 15 Juni 2019 - 20:06 WIB
Turunkan Tarif Tiket Pesawat, Pemerintah Diminta Kuatkan Kurs Rupiah

Pemerintah diminta menguatkan rupiah sebelum meminta maskapai penerbangan menurunkan tarif tiket pesawat. (Foto: iNews.id/Yudistiro Pranoto)

JAKARTA, iNews.id - Ketidakpastian global saat tahun 2018 tak dimungkiri membuat harga beberapa komoditas termasuk avtur serta kurs mata uang dunia bergejolak. Seiring hal tersebut, tiket pesawat domestik perlahan meningkat mendekati tarif batas atas.

Pengamat Kebijakan Publik Agus Pambagio mengatakan, kedua hal tersebut yang menjadi alasan maskapai menaikkan tiket pesawatnya. Hal ini untuk mencegah penambahan beban biaya operasional perusahaan.

Oleh karenanya, menurut dia, jika pemerintah ingin menurunkan tarif tiket pesawat perlu memperbaiki perekonomian. Dengan demikian nilai tukar rupiah akan stabil dan tidak berpengaruh pada sentimen global.

"Harusnya tidak ada saling menyalahkan, yang kusut tidak cuma penerbangan karena secara ekonomi juga kita tidak terlalu baik. Jangan ada kompor, kita harus paham kenapa tarif naik," ujarnya di Gado-gado Boplo Cikini, Jakarta, Sabtu (15/6/2019).

Maskapai sebelumnya berlomba menerapkan tarif murah melalui berbagai diskon agar menarik penumpang, ini disebut perang tarif. Namun akhirnya tidak dapat menahan beban operasional akibat naiknya harga avtur dan melemahnya rupiah

"Artinya, ekonomi harus dibenerin dulu. Kalau dulu kan angkutan udara murah karena kebanyakan gunakan diskon," kata dia.

Menurut dia, tarif pesawat yang diberlakukan saat ini telah sesuai dengan penghitungan beban operasional. Sebab, mayoritas pengeluaran maskapai dalam bentuk dolar AS, sementara pendapatannya dari penjualan tiket dalam bentuk rupiah.

Dia melanjutkan, jika ingin tarif pesawat kembali normal maka pemerintah harus berupaya menguatkan kembali kurs rupiah. "Kalau untuk saat ini ya itulah tarif yang ada kan kita ada ekonomi equilibrium. Kalau kapan mau turun, paling gampang itu tadi, kursnya ya turun atau harga avtur ditekan lagi," ucapnya.

Selain itu dia juga meminta agar pemerintah tidak menekan maskapai untuk segera menurunkan tarif tiketnya. Pasalnya, dikhawatirkan untuk mewujudkan perintah tersebut, maskapai akan memangkas biaya-biaya operasional yang penting bagi keselamatan.

"Jangan dipaksa, karena kalau dipaksa terus semua aspek dipaksa. Nanti keselamatannya gimana? Karena harga tadi sudah termasuk perhitungan untuk check semua, pilot dilatih," tutur dia.


Editor : Ranto Rajagukguk