UGM Dukung Kementan Kembangkan Pertanian Modern

Rully Ramli ยท Minggu, 14 Juli 2019 - 13:47 WIB
UGM Dukung Kementan Kembangkan Pertanian Modern

Dekan Fakultas Pertanian Universitas Gajah Mada (UGM) Jamhari berbicara di hadapan siswa-siswi SMA se-Jabotabek dalam rangkaian kegiatan Agrivaganza di Kantor Kementerian Pertanian. (Foto: Humas Kementan)

JAKARTA, iNews.id - Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM) mendukung modernisasi di sektor pertanian yang saat ini dikembangkan Kementerian Pertanian (Kementan). Pertanian modern, dinilai dapat menjadi kunci untuk menarik minat anak muda terjun ke sektor pertanian.

“Peluang di sektor pertanian itu masih sangat besar. Tapi persepsi di masyarakat itu bertani masih identik dengan pekerjaan kumuh. Padahal dengan pertanian modern, bertani bisa dilakukan tanpa perlu berkotor-kotoran,” ujar Dekan Fakultas Pertanian UGM, Jamhari, dikutip Minggu (14/7/2019).

Menurut Jamhari, ada peluang yang bisa ditangkap oleh para calon agropreneur muda. Peluang tersebut terletak pada produksi pangan yang saat ini belum bisa memenuhi kebutuhan global.

“Sekarang berebut minyak, tapi nantinya manusia akan saling berebut pangan. Karena pangan tidak lagi dibutuhkan hanya untuk konsumsi, tapi juga untuk sandang dan juga sebagai energi terbarukan, seperti biofuel,” ucap Jamhari.

Dia mendukung upaya Kementan dalam mendorong modernisasi pertanian demi menarik minat anak muda untuk terjun bertani. Apalagi, Kementan di bawah kepemimpinan Amran Sulaiman telah menunjukkan keberpihakan terhadap petani.

“Kebijakannya selama menjadi menteri sangat pro petani dan para pelaku usaha tani. Dari kebijakan yang membatasi ekspor, sampai berbagai upaya meningkatkan bantuan langsung ke pada petani berupa alat dan mesin pertanian serta perbaikan infrastuktur pertanian,” ujar Jamhari.

Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan, Kuntoro Boga Andri menyebutkan Kementan terus mendorong pertanian modern. Pertanian modern dengan menggunakan teknologi 4.0 akan direalisasikan secara bertahap.

"Saat ini pertanian Indonesia dijalankan secara modern dengan perangkat mesin serta Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)," ucap Boga.


Editor : Rahmat Fiansyah