UMP Naik Hanya 8 Persen, Menaker: Enggak Perlu Demo dan Ribut-Ribut

Isna Rifka Sri Rahayu ยท Selasa, 16 Oktober 2018 - 20:32 WIB
UMP Naik Hanya 8 Persen, Menaker: Enggak Perlu Demo dan Ribut-Ribut

Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri. (Foto: Setkab)

JAKARTA, iNews.id - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Hanif Dhakiri telah menandatangani Surat Edaran Nomor B.240/M-Naker/PHISSK-UPAH/X/2018 tentang Penyampaian Data Tingkat Inflasi Nasional dan Pertumbuhan Produk Domestik Bruto Tahun 2018.

Dalam surat edaran yang ditujukan kepada para Gubernur di seluruh Indonesia itu, Menaker meminta agar Gubernur menetapkan Upah Minimum Provinsi (UMP) tahun 2019 sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor (PP) Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan, dan diumumkan secara serentak pada 1 November mendatang.

Sesuai dengan PP Nomor 78 Tahun 2015 itu, maka besarnya kenaikan upah minimum tahun 2019 adalah sebesar nilai inflasi dan pertumbuhan ekonomi nasional sebagaimana ditetapkan oleh Menaker dalam Surat Edaran itu sebesar 8,03 persen.

“Angka ini bukan keputusan dari Menaker, namun merupakan data yang diambil dari data Badan Pusat Statistik yang menunjukkan bahwa inflasi kita 2,88 persen dan pertumbuhan ekonomi 5,15 persen, sehingga kalau dikombinasikan antara angka inflasi dengan pertumbuhan ekonomi itu sebesar 8,03 persen,” kata Menaker kepada wartawan usai mengikuti Sidang Kabinet Paripurna, di Istana Negara, Jakarta, Selasa (16/10/2018) sore dikutip dari laman Setkab.

Data tersebut, lanjut Menaker, sudah disampaikan kepada Gubernur yang memiliki kewajiban untuk menetapkan UMP per 1 November tahun ini. Oleh karenanya, Menaker meminta semua Gubernur bisa segera memproses penetapan UMP 2019 ini sesuai dengan ketentuan PP Nomor 78 Tahun 2015 itu.

Terkait sosialisasi, Hanif meyakini, para pelaku usaha maupun serikat pekerja sudah memahami konten dari PP Nomor 78 Tahun 2015. Kenaikan upah itu berdasarkan pada pertumbuhan ekonomi dan inflasinya. Dengan demikian, kenaikan UMP sudah bisa diprediksi dengan mudah.

“Enggak perlu demo, enggak perlu ramai-ramai, enggak perlu ribut-ribut, upah naik terus dan alhamdulillah tahun depan berarti akan naik sekitar 8,03 persen. Nah bagi dunia usaha mereka juga lebih bisa memprediksi terkait dengan kenaikan upah di tahun yang akan datang dengan melihat pada tren pertumbuhan ekonomi dan inflasi itu,” ujar Menaker.

Editor : Ranto Rajagukguk