Usai Nyoblos, Menteri Basuki Cerita Kesan Selama Jadi Anak Buah Jokowi

Rully Ramli ยท Rabu, 17 April 2019 - 10:33 WIB
Usai Nyoblos, Menteri Basuki Cerita Kesan Selama Jadi Anak Buah Jokowi

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono usai menggunakan hak pilih di TPS 01, Kompleks Widya Chandra, Jakarta, Rabu (17/4/2019). (Foto: Ist)

JAKARTA, iNews.id - Pemilihan Presiden dan Legislatif 2019 yang digelar serentak disambut antusias oleh rakyat Indonesia. Tak terkecuali, para menteri Kabinet Kerja pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla.

Menteri Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono tak mau ketinggalan menggunakan hak pilihnya. Dia menyoblos di Kompleks Menteri Widya Chandra.

Menteri Basuki didampingi istri, anak, dan cucunya saat menuju TPS 01. Mereka kompak mengenakan baju bernuansa putih. Meski bukan pertama kalinya berpartisipasi dalam pemilu, Menteri Basuki mengaku masih hatinya berdebar-debar.

"Deg-degan. Dulu kampanye, sekarang kita saatnya memilih. Mudah-mudahan Allah memberi yang terbaik untuk bangsa Indonesia," ujar Basuki di Jakarta, Rabu (17/4/2019).

Pria kelahiran Solo itu mengaku sudah mantap menentukan pilihan dalam pemilu kali ini. Tidak ada persiapan khusus sebelum memilih.

"Berangkat cuma bismillahirrahmanirrahim saja," katanya.

Menteri Basuki mengatakan, namanya sebenarnya tidak tercantum di DPT Jakarta. Hal itu juga terjadi pada sebagian besar keluarganya yang sudah memiliki hak pilih. Namun, dia memilih menyoblos bersamaan dengan keluarganya sehingga masuk dalam Daftar Pemilih Tambahan (DPTb).

"Kalau mau di tempat masing-masing ada yang di Bekasi, Jogja, Pekalongan. Saya pikir ah bareng-bareng saja. Semua sama anak dan cucu saya," tuturnya.

Usai nyoblos, dia sedikit bercerita mengenai kesannya selama menjadi menteri di bawah arahan Jokowi. Menurut dia, Jokowi merupakan sosok yang demokratis dan menepati janjinya untuk menyelesaikan program-program yang dicanangkan.

"Tidak pernah beliau memerintah otoriter. Pasti didiskusikan. Beliau beri arahan begini-begini lalu saya terjemahkan dalam program baru dilaporkan kembali," ucap dia.


Editor : Rahmat Fiansyah