Viral Kapal Asing Curi Ikan di Perairan Natuna, Edhy Prabowo: Tim Sudah Berada di Sana

Muhammad Aulia ยท Senin, 30 Desember 2019 - 16:08 WIB
Viral Kapal Asing Curi Ikan di Perairan Natuna, Edhy Prabowo: Tim Sudah Berada di Sana

Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo. (Foto: iNews.id/Muhammad Aulia)

JAKARTA, iNews.id - Masalah pencurian ikan di laut Indonesia kembali mencuat. Kali ini telah terjadi pencurian ikan yang dilakukan oleh kapal-kapal nelayan asal Vietnam di Laut Natuna, Kepulauan Riau.

Aksi pencurian ikan tersebut menjadi bahan perbincangan masyarakat luas setelah seorang nelayan lokal bernama Dedek Ardiansyah mengabadikan aksi pencurian tersebut ke dalam video lalu mengunggah ke media sosial.

Selain itu, terdapat info yang memberitakan kapal penjaga pantai (coast guard) dari China yang sedang mengawal kapal nelayan asing di wilayah Zona Ekonomi Ekslusif (ZEE) Indonesia.

Menanggapi kabar tersebut, Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo menegaskan sudah berkoordinasi dengan lembaga-lembaga terkait untuk menyelesaikan masalah pencurian ikan oleh asing yang kembali marak.

"Kita juga sudah sinergi dengan Angkatan Laut (AL) dan BAKAMLA (Badan Keamanan Laut). Termasuk kita juga berkoordinasi dengan Menteri Luar Negeri. Karena ini berhubungan dengan teritori. Kan nanti bakal ada pihak-pihak yang mengklaim segala macam, nah ini kita juga harus bicara dalam urusan diplomasi luar negeri," ujar Edhy.

Pihak KKP sendiri sudah mengirimkan timnya untuk turun dan memantau kondisi terkini di lapangan.

"Kita melakukan pengawasan terus secara ketat. Tidak hanya secara online, tapi juga secara fisik. Sekarang tim kita sudah berada di sana (Natuna), sudah beberapa hari," tutur dia.

Saat ditanya mengenai pengawasan wilayah laut Indonesia setelah masa kerja Satuan Tugas Pemberantasan dan Penangkapan Ikan secara Ilegal (Satgas 115) selesai, Menteri Edhy menegaskan Satgas 115 akan terus menjalankan fungsi koordinasinya dalam mengamankan wilayah laut Indonesia beserta sumber daya yang terkandung di dalamnya.

"Satgas (115) belum selesai, kan yang bentuk Presiden. Satgas ya tetap ada. Makanya kita akan tetap berlakukan. Kan Satgas itu dibuat untuk koordinasi. Saya tidak ada masalah koordinasi dgn siapa-siapa," tutur Edhy.

Satgas 115 sendiri adalah sebuah satuan tugas yang dibentuk oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 115 Tahun 2015. Satgas ini bertugas untuk menindak oknum-oknum yang melakukan kegiatan illegal fishing di wilayah laut Indonesia.

Edhy selanjutnya juga menekankan alur koordinasi dalam penindakan illegal fishing yang telah terbangun pun akan tetap berjalan terus.

"Selama ini Satgas bergerak kan, pasti merintahkan ke siapa? Angkatan Laut, BAKAMLA, PSDKP (Ditjen Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan) sendiri, ya sudah berjalan kok. Timnya juga tidak berubah. Dan saya pikir kedepannya gak ada yang berubah," kata Edhy.


Editor : Ranto Rajagukguk