Wajib Bahasa Indonesia, Nama Hotel hingga Perumahan Dilarang Pakai Istilah Asing

Rahmat Fiansyah ยท Rabu, 09 Oktober 2019 - 17:30 WIB
Wajib Bahasa Indonesia, Nama Hotel hingga Perumahan Dilarang Pakai Istilah Asing

Ilustrasi hotel. (Foto: Ant)

JAKARTA, iNews.id - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meneken aturan yang mewajibkan seluruh bangunan menggunakan bahasa Indonesia. Bangunan itu meliputi gedung, apartemen atau permukiman, perkantoran, dan kompleks perdagangan.

Aturan tersebut tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 63 tahun 2019 tentang Penggunaan Bahasa Indonesia. Perpres yang berlaku mulai 30 September 2019 ini merupakan perluasan dari Perpres 16/2010.

BACA JUGA:

Komunikasi Pegawai di Kantor Pemerintah dan Swasta Wajib Pakai Bahasa Indonesia

Dalam pasal 33 ayat 2 Perpres 63/2019, bangunan yang wajib menggunakan bahasa Indonesia yaitu perhotelan, penginapan, bandara, pelabuhan, terminal, stasiun, pabrik, menara, monumen, waduk, bendungan, bendung, terowongan, tempat usaha, dan tempat pertemuan umum.

Lalu bangunan lainnya yaitu tempat hiburan, tempat pertunjukan, kompleks olahraga, rumah sakit, perumahan, rumah susun, kompleks permakaman, dan bangunan-bangunan lainnya.

Namun, Perpres 63/2019 juga memberikan pengecualian untuk bangunan yang memiliki nilai sejarah, budaya, adat istiadat, dan atau keagamaan. Bangunan jenis tersebut boleh menggunakan bahasa daerah atau bahasa asing.

"Penggunaan bahasa daerah atau bahasa asing sebagaimana dimaksud pada ayat (3) ditulis dengan menggunakan aksara latin," bunyi Perpres 63/2019 ayat 4.

Sementara untuk bangunan yang menggunakan bahasa daerah diperbolehkan menggunakan aksara daerah alias tidak harus latin.


Editor : Rahmat Fiansyah