Waspadai Kondisi Ekonomi ke Depan, Ini Langkah BI dan Kemenkeu

Rina Anggraeni ยท Rabu, 05 Agustus 2020 - 21:15 WIB
Waspadai Kondisi Ekonomi ke Depan, Ini Langkah BI dan Kemenkeu

BI dan Kementerian Keuangan meningkatkan kewaspadaan terhadap ekonomi ke depan dengan mengeluarkan kebijakan bersama. (Foto: Sindonews)

JAKARTA, iNews.id - Pemerintah meningkatkan kewaspadan terhadap kondisi ekonomi Indonesia ke depan. Upaya ini dilakukan Bank Indonesia (BI) dan Kementerian Keuangan dengan mengeluarkan kebijakan bersama.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan kapasitas fiskal dalam penanganan Covid-19 dengan memperlebar defisit APBN 2020 sebagai strategi countercylical, dari semula 1,76% terhadap PDB menjadi 5,07% (Perpres 54 Tahun 2020) dan 6,34% (Perpres 72 Tahun 2020).

" Melalui pelebaran defisit tersebut, pemerintah mengalokasikan biaya penanganan Covid-19 sebesar Rp695,20 triliun yang ditujukan untuk peningkatan belanja kesehatan, pengeluaran program-program perlindungan sosial dan pemulihan perekonomian melalui dukungan kepada dunia usaha," ujar Perry di Jakarta, Rabu (5/8/2020).

Dia menuturkan melalui alokasi tersebut pemerintah berupaya mengakselerasi penanganan Covid-19 dari sisi kesehatan, sehingga dapat mencegah semakin meluasnya Covid-19 di Indonesia. "Berbagai program perlindungan sosial, baik yang bersifat perluasan dari program existing maupun program-program," katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Keuangan (Menkeu) mengatakan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KKSK) terus memperkuat koordinasi kebijakan di antara anggota dengan meningkatkan kewaspadaan mengantipasi dampak penyebaran Covid-19 yang masih tinggi terhadap prospek perekonomian domestik dan stabilitas sistem keuangan.

"Dalam kaitan ini, koordinasi dilakukan baik untuk mempercepat pemulihan ekonomi nasional dengan mendorong implementasi kebijakan extraordinary yang diamanatkan melalui Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2020, maupun menjaga stabilitas sistem keuangan," ujarnya.

Editor : Dani Dahwilani