Pertamina Beri Sinyal Naikkan Harga Pertalite hingga Pertamax

Isna Rifka Sri Rahayu · Rabu, 16 Mei 2018 - 20:49 WIB
Pertamina Beri Sinyal Naikkan Harga Pertalite hingga Pertamax

Pelaksana Tugas Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati (tengah) (Foto: iNews.id/Isna Rifka)

JAKARTA, iNews.id - PT Pertamina (Persero) tengah mengkaji pengajuan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi seperti Pertalite hingga Pertamax. Keinginan tersebut diutarakan menyusul PT Shell Indonesia yang telah lebih dulu mengajukan kenaikan harga BBM ke Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Pelaksana Tugas Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengatakan, sampai saat ini pihaknya belum mengusulkan hal ini ke Kementerian ESDM. Sebab, saat ini Pertamina tengah fokus pada persiapan mudik dan Lebaran 2018 mendatang.

"Fokus kita penyiapan tadi dalam waktu yang bersamaan akan mengusulkan tapi ini kita belum mengusulakan tapi sedang mengkaji karena tugas kita melayani apalagi mau lebaran kita fokus ke sana," kata dia di Gedung Badan Pengatur Hilir Minyak Dan Gas Bumi (BPH Migas), Jakarta, Rabu (16/5/2018).

Namun, karena Pertamina sebagai badan usaha milik negara (BUMN), maka kenaikan harga BBM harus dikonsultasikan dengan pemerintah. Karena itu, Pertamina harus mengikuti semua ketentuan yang ditetapkan pemerintah.

Meski begitu, jika ada kenaikan harga BBM, pihaknya bersama pemerintah pasti telah merencanakannya secara matang. Saat ini, Pertamina dan pemerintah sedang melakukan konsultasi soal harga BBM.

Sebagai informasi, Kementerian ESDM mencatat baru badan usaha Shell yang mengajukan kenaikan harga BBM hingga saat ini. Sementara, badan usaha lain belum ada yang mengajukan termasuk Pertamina.

Saat ini, pemerintah masih mengevaluasi pengajuan tersebut sehingga belum menentukan apakah akan menerima atau tidak. Diperkirakan akan membutuhkan dua minggu evaluasi sebelum akhirnya diputuskan.

Sebelumnya, Kementerian ESDM akan mengatur harga BBM nonsubsidi. Dalam pelaksanaannya, seluruh penyalur BBM diwajibkan untuk berkonsultasi sebulan sebelumnya ke pemerintah sebelum menetapkannya. Penentuan harga BBM nonsubsidi ini merupakan arahan Presiden Joko Widodo yang menginginkan harga BBM tidak menaikkan laju inflasi.

Sebab, jika BBM jenis bahan bakar umum naik maka akan sangat berdampak pada masyarakat. Apalagi, momen-momen menjelang Lebaran yang sangat rentan terjadinya kenaikan inflasi akibat naiknya harga kebutuhan pokok pangan. Dengan diaturnya harga ini diharapkan dapat membantu menekan inflasi karena perubahan harga akan berpengaruh pada masyarakat.

Namun, kebijakan ini tidak hanya berlaku untuk Pertamina saja, tetapi juga seluruh SPBU yang menjual jenis BBM tersebut kecuali avtur dan industri.


Editor : Ranto Rajagukguk