Manulife Indonesia Raih Laba Rp2,6 Triliun, Naik 290 Persen

Koran SINDO · Kamis, 17 Mei 2018 - 10:23 WIB

Perusahaan asuransi Manulife Indonesia pada tahun 2017 mencetak laba komprehensif sebesar Rp2,6 triliun. (Foto: KORAN SINDO)

JAKARTA, iNews.id - Perusahaan asuransi Manulife Indonesia pada tahun 2017 mencetak laba komprehensif sebesar Rp2,6 triliun. Pencapaian itu jauh di atas kinerja tahun 2016 dengan laba komprehensifnya sebesar Rp664 miliar atau tumbuh 290 persen.

“Kinerja Manulife Indonesia terus membaik tiap tahunnya. Kami akan terus fokus dalam memberikan solusi keuangan tepat dan layanan terbaik untuk memenuhi kebutuhan nasabah kami yang beragam,” kata Presiden Direktur & CEO Manulife Indonesia, Jonathan Heks terdalam paparan kinerja konsolidasi Manulife Indonesia tahun 2017 di Jakarta, kemarin.

Dia menjelaskan, pertumbuhan juga terjadi di premi bisnis baru yang naik 19 persen menjadi Rp4,4 triliun dari tahun 2016 sebesar Rp3,7 triliun. Selain itu, kata Hekster, sepanjang 2017, Manulife Indonesia meraih total premi dan deposit Rp25 triliun atau naik 34 persen dari tahun 2016 sebesar Rp18,6 triliun. “Ini merupakan kondisi yang sehat dan bagus sekali,” katanya.

Dia mengungkapkan, dana kelolaan asuransi syariah juga meningkat dari tahun 2016 sebesar Rp2,3 triliun menjadi Rp2,88 triliun pada 2017. Selain itu, dana kelolaan PT Manulife Asset Management Indonesia (MAMI) sebesar Rp65,7 triliun. “Posisi aset kami berada di tiga besar, DPLK juga top 3, begitu juga manajemen aset yang masuk tiga besar,” ujarnya.

Hekster menjelaskan, Manulife Indonesia sudah 33 tahun di Tanah Air. Manulife Indonesia merupakan bagian dari Manulife Financial Corporation, grup penyedia layanan keuangan dari Kanada. Perusahaan global ini beroperasi di Asia, Kanada, dan Amerika Serikat. Aset yang dikelola sekitar Rp10.000 triliun di dunia.

Dia menjelaskan, Manulife Indonesia memiliki beragam layanan keuangan, asuransi jiwa, asuransi kecelakaan dan kesehatan, layanan investasi, serta dana pensiun kepada nasabah individu maupun pelaku usaha di Indonesia. Saat ini Manulife Indonesia memiliki lebih dari 9.000 karyawan dan agen profesional di 24 kantor pemasaran serta melayani lebih dari 2,4 jua nasabah di Indonesia. Total dana kelolaan yang ditangani mencapai Rp67,6 triliun.

Direktur & Chief Financial Of ficer Manulife Indonesia Colin Startup mengatakan, penjualan melalui distribusi bancassu rance menyumbang kontribusi sebesar 28 persen dari total kinerja perusahaan.

“Kontribusi itu ditopang kerja sama yang kuat antara Manulife Indonesia dengan para bank mitra dalam menyediakan solusi tepat bagi nasabah,” kata dia.

Hal itu terlihat dari Risk Based Capital (RBC) sebesar 582 persen untuk bisnis konvensional dan 372 persen untuk Tabarru’ Sya riah. Angka itu jauh melampaui batas minimum disyaratkan pemerintah sebesar 120 persen untuk konvensional dan 30% untuk Tabarru’ Syariah.

Startup menyebut, angka RBC itu meningkat dari tahun 2016 sebesar 410 persen untuk bisnis konvensional dan 87 persen untuk Ta barru’ Syariah. Sepanjang 2017, Ma nulife Indonesia telah membayar klaim kepada nasabah sebesar Rp6,6 triliun atau sekitar Rp18 miliar per hari atau berkisar Rp753 juta per jam.

Tahun 2016, jumlah Manulife Indonesia membayar klaim asuransi, nilai tunai penyerahan polis, anuitas, dan manfaat lainnya sebesar Rp6,8 triliun. Sedangkan tahun 2015 mencapai Rp5,6 triliun.

“Klaim memang menurun. Yang penting, tiap tahun kita bayar sekitar Rp7 triliun tetapi kita masih kuat,” kata Hekster.

Presiden Direktur MAMI, Legowo Kusumonegoro mengatakan, outlook ekonomi Indonesia tahun politik 2018 dan 2019 masih positif.

“Iklim investasi dunia juga tumbuh semua. Baik negara maju dan berkembang, keduanya positif. Ini jarang bisa sinkron keduanya,” ujar Legowo. Menurut dia, fundamental Indonesia positif. Walaupun memang perhelatan pilkada serentak dan pilpres ikut mewarnai kekhawatiran investor. Belum lagi dengan adanya aksi teror. (Hafid Fuad)


Editor : Rahmat Fiansyah

KOMENTAR