Jaga Rupiah, Bank Indonesia Diprediksi Naikkan Suku Bunga

Isna Rifka Sri Rahayu, Okezone ยท Kamis, 17 Mei 2018 - 12:09 WIB
Jaga Rupiah, Bank Indonesia Diprediksi Naikkan Suku Bunga

ilustrasi. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA, iNews.id – Bank Indonesia (BI) akan mengumumkan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang diselenggarakan pada 16-17 Mei 2018. Salah satunya yaitu suku bunga acuan atau 7-Day Reverse Repo Rate yang sejak September 2017 berada di level 4,25 persen.

Ekonom Institute for Development of Economic and Finance (Indef) Bhima Yudhistira Adhinegara memprediksi BI akan menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 4,50 persen. Namun, tak tertutup kemungkinan bank sentral menaikkan suku bunga 50 bps.

"Seharusnya memang naik lebih dari 25 bps. Nanti Juni naik lagi 25 bps. Jadi total harapannya bisa 50-75 bps, 7days repo naik. Tapi saya yakin BI akan mengambil langkah moderat di RDG hanya naikkan 25 bps," ucapnya kepada iNews.id, Kamis (17/5/2018).

Menurut Bhima, bila suku bunga naik, maka belum tentu akan berdampak langsung pada peningkatan suku bunga kredit perbankan. Pasalnya, pertumbuhan kredit perbankan belum kencang dan likuiditas masih tinggi.

"Kondisinya saat ini likuiditas bank masih cukup gemuk dengan CAR (rasio kecukupan modal) 22 persen dan LDR (rasio kredit terhadap deposit) di 89,6 persen," kata dia.

Bhima yakin keputusan BI menaikkan suku bunga tidak langsung memberatkan dunia usaha, sehingga investasi asing masih tertarik masuk ke Indonesia.

"Ada suplai permodalan terutama di pasar sekunder. Perusahaan bisa lebih banyak terbitkan obligasi dan saham untuk mencari modal alternatif," tutur Bhima.

Kendati demikian, BI dinilai terlambat untuk naikkan suku bunga acuannya karena nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sudah terlanjur turun tajam. "Seharusnya Maret lalu naikkan 25 bps sebagai respon naiknya Fed Rate untuk tekan keluarnya dana asing," tuturnya.

Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro juga yakin bank sentral akan menaikkan suku bunga acuan. Langkah ini dinilai untuk menangkal gejolak kurs rupiah. Menurut Andry, BI akan menaikkan suku bunga secara bertahap sebesar 50 bps pada tahun ini

"BI akan melihat respon pasar dulu dan kemudian baru menaikkan lagi 25 bps," katanya.

Senada, Pengamat Ekonomi Asian Development Bank (ADB) Institute Eric Sugandi juga memprediksi BI akan mengakhiri tren menahan suku bunga acuannya. Kenaikan suku bunga dinilai untuk memberikan sinyal kepada pelaku pasar keuangan bahwa BI bisa gunakan berbagai cara untuk mempertahankan rupiah dan menghentikan keluarnya modal asing.

Idealnya, kata Eric, suku bunga dinaikkan 50 bps. Namun, BI disebutnya akan memilih menaikkan 25 bps supaya tidak memberikan dampak negatif terlalu besar terhadap pertumbuhan ekonomi.

"Kalau bisa 50 bps malah lebih baik, tapi mungkin BI concern juga dengan growth (pertumbuhan ekonomi)," tuturnya.


Editor : Rahmat Fiansyah