Hingga April 2018, Defisit APBN Capai Rp55,1 Triliun

Ade Miranti Karunia Sari · Kamis, 17 Mei 2018 - 15:32 WIB
Hingga April 2018, Defisit APBN Capai Rp55,1 Triliun

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati melaporkan kondisi APBN hingga April 2018. (Foto: iNews.id/Ade Miranti)

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melaporkan realisasi Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) hingga 30 April 2018. Sepanjang periode ini, defisit APBN telah mencapai Rp55,1 triliun, atau 0,37 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menuturkan, defisit tersebut masih lebih rendah ketimbang raihan dari periode yang sama tahun lalu yang tercatat sebesar Rp72,2 triliun. Penurunan itu dinilai karena makin membaiknya sisi penerimaan dan belanja.

“Jadi keseluruhan APBN mengalami perbaikan. Ini juga terlihat dari defisit APBN tahun ini dibanding tahun lalu lebih kecil yaitu Rp55,1 triliun, tahun lalu kita mencapai Rp72,2 triliun. Secara nominal maupun persentase sangat lebih kecil 0,37 persen terhadap GDP, tahun lalu 0,53 persen," kata Sri Mulyani dalam konferensi pers di kantornya, Kamis (17/5/2018).

Dia menyebutkan, jika dilihat dari sisi defisit anggaran, maka realisasi APBN mengalami perbaikan yang sangat konsisten. Dengan begitu, pemerintah tetap yakin dapat menjaga APBN secara hati-hati tapi tetap efektif mendorong perekonomian.

Pihaknya merinci akselerasi belanja negara sampai 30 April 2018 mencapai Rp582,94 triliun atau 26,25 persen terhadap pagu APBN 2018 dengan pertumbuhan sebesar 8,33 persen secara year on year (yoy). Sementara, penerimaan pendapatan negara dan hibah telah mencapai Rp527,82 triliun atau telah terealisasi sebesar 27,86 persen dari target APBN 2018.

Realisasi tersebut terdiri atas penerimaan perpajakan sebesar Rp416,93 triliun (25,77 persen), Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Rp109,91 triliun (39,90 persen), dan hibah sebesar Rp0,99 triliun (83,24 persen).

"Secara keseluruhan APBN kita pelaksanaan sampai dengan 30 April mengalami perbaikan yang cukup signifikan, baik di sisi pendapatan, belanja, maupun pembiayaan," katanya.

Sri Mulyani menambahkan, dari total belanja negara yang digelontorkan, belanja pemerintah pusat hingga April 2018 sebesar Rp331,01 triliun atau 22,76 persen dari pagu APBN 2018. Sedangkan tranfer ke daerah dan Dana Desa, mengalami penurunan sebesar 5,09 persen dengan capaian Rp251,93 triliun dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp265,4 triliun atau menurun 32,88 persen dari pagu APBN 2018.

"Dana Desa juga ternyata belum tercairkan secepat yang diharapkan karena baru Rp14,3 triliun sampai dengan 30 April dibandingkan tahun lalu yang justru lebih tinggi Rp16,7 triliun. Kira-kira penurunannya karena perubahan kemasan untuk menjadi cash for work, maka dari sisi proses administrasinya di tingkat desa dan kabupaten nampaknya tidak memungkinkan mereka untuk membelanjakan lebib cepat," ujarnya.


Editor : Ranto Rajagukguk