Teror Bom, Kemenkeu Belum Tambah Dana Penanggulangan Terorisme

Ade Miranti Karunia Sari · Kamis, 17 Mei 2018 - 17:01 WIB

Ilustrasi. (Foto: Okezone)

JAKARTA, iNews.id – Pemerintah belum berencana menyiapkan bujet tambahan untuk program penanggulangan terorisme. Aksi terorisme yang melanda Tanah Air belakangan ini diharapkan bisa diantisipasi oleh institusi keamanan pemerintah, terutama upaya preventif dari Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dengan pagu anggaran yang ada.

Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Askolani mengatakan, secara khusus, pihaknya belum mengusulkan adanya tambahan anggaran untuk penanggulangan terorisme. Pihaknya berharap dana yang ada dapat dimaksimalkan oleh institusi keamanan pemerintah.

"Mengenai tadi belanja Kemenkumham, Polisi, dan BNPT tentunya realisasi belanja saat ini sesuai dengan tugas pokoknya masing-masing institusi dan juga BNPT tentunya melaksanakan fungsi itu dari anggaran yang sudah ada. Dan sampai saat ini, di Kementerian Keuangan belum ada usulan untuk penyesuaian anggaran polisi maupun penanggulangan terorisme," kata dia dalam konfrensi pers APBN KiTA di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (17/5/2018).

Kemenkeu mencatat, hingga 30 April 2018, pagu anggaran Kemenkumham menempati posisi ke-4 dalam penyerapannya setelah Kementerian Kesehatan, Kementerian Sosial, dan Mahkamah Agung.

Adapun anggaran untuk Kemenkumham tahun ini sebesar Rp10,59 triliun dari APBN 2018. Namun, hingga 30 April 2018 serapan anggaran yang terealisasi sebesar Rp2,85 triliun atau 26,89 persen terhadap APBN.

Sedangkan dari Polri alokasi anggaran yang ada sebesar Rp95,03 triliun. Untuk realisasi, serapan anggaran Polri mencapai Rp16,88 triliun hingga 30 April 2018 atau sebanyak 17,76 persen.

"Mudah-mudahan dalam anggaran yang ada mencukupi untuk bisa memperkuat tugas polisi dan penanggulangan terorisme dan dibantu lagi oleh TNI untuk mengatasi masalah terorisme yang ada saat ini," ujarnya.

Sebagai informasi, teror bom mengguncang tiga gereja di Surabaya, Jawa Timur, Minggu 13 Mei 2018 pagi. Teror bom terjadi di Gereja Santa Maria, GKI Jalan Diponegoro, dan GPPS Jalan Arjuna Surabaya. Kemudian, teror bom masih terus berlanjut dan merambah ke beberapa wilayah lainnya seperti Riau.


Editor : Ranto Rajagukguk

KOMENTAR