BI Naikkan Suku Bunga Acuan Jadi 4,50 Persen

Isna Rifka Sri Rahayu · Kamis, 17 Mei 2018 - 17:56 WIB

Bank Indonesia memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuan ke 4,50 persen. (Foto: iNews.id/Isna Rifka)

JAKARTA, iNews.id - Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk menaikkan 25 basis poin (bps) BI 7-days Reverse Repo Rate menjadi sebesar 4,50 persen dari 4,25 persen dan berlaku efektif sejak Jumat, 18 Mei 2018. Penetapan tersebut merupakan hasil dari Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI yang berlangsung pada 16-17 Mei 2018.

Dengan demikian, suku bunga deposit facility menjadi sebesar 3,75 persen dari 3,5 persen dan lending facility menjadi sebesar 5,25 persen dari 5 persen. Kebijakan BI menaikkan suku bunga acuan menjadi 4,50 persen tersebut sejalan dengan upaya menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan serta mendukung pemulihan ekonomi domestik.

"Kebijakan tersebut konsisten dengan upaya menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan serta turut mendukung pemulihan ekonomi domestik dengan tetap mempertimbangkan dinamika perekonomian global maupun domestik," kata Gubernur BI Agus Martowardojo saat konferensi pers di Gedung Thamrin BI, Jakarta, Kamis (19/4/2018).

BI telah menahan suku bunga acuan dalam delapan bulan terakhir meski bank sentral AS, The Fed menaikkan suku bunga empat kali sejak Desember 2016. BI terakhir kali menyesuaikan kebijakan pada Agustus 2017 dengan menurunkan 7-Day Reverse Repo sebesar 25 basis poin.

Hal ini sesuai dengan prediksi Ekonom Institute for Development of Economic and Finance (Indef) Bhima Yudhistira Adhinegara. Dia mengatakan, BI akan menaikkan suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin menjadi 4,50 persen. Namun, BI bisa menaikkan lebih dari 25 bps sehingga kemungkinan pada bulan berikutnya BI akan menaikkan kembali suku bunganya sebanyak 50 bps.

"Seharusnya memang naik lebih dari 25 bps. Nanti Juni naik lagi 25 bps. Jadi total harapannya bisa 50-75 bps 7days repo naik. Tapi saya yakin BI akan mengambil langkah moderat di RDG hanya naikkan 25 bps," ucapnya saat dihubungi iNews.id, Kamis (17/5/2018).

Kendati demikian, BI dinilai terlambat untuk naikkan suku bunga acuannya karena nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sudah terlanjur turun tajam. "Seharusnya Maret lalu naikkan 25 bps sebagai respon naiknya Fed Rate untuk tekan keluarnya dana asing," tuturnya.

Oleh karenanya, sekalipun BI naikkan suku bunga acuannya saat ini pengaruh positif yang diberikan akan sangat kecil. Sebab, saat ini psikologi pasar masih cemas akan terjadinya teror bom yang terjadi sejak Minggu kemarin. "Ini jadi sentimen negatif  buat pasar bisa mengoffset ekspektasi kenaikan bunga acuan," kata Bhima.


Editor : Ranto Rajagukguk

KOMENTAR