Suku Bunga Naik, BI Proyeksikan Ekonomi Tumbuh 5,1 Persen di 2018

Isna Rifka Sri Rahayu ยท Kamis, 17 Mei 2018 - 21:23 WIB
Suku Bunga Naik, BI Proyeksikan Ekonomi Tumbuh 5,1 Persen di 2018

Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

JAKARTA, iNews.id - Bank Indonesia (BI) tetap memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2018 di kisaran 5,1 persen hingga 5,5 persen. Proyeksi itu telah memperhitungkan suku bunga acuan yang naik 25 basis poin menjadi 4,5 persen dari 4,25 persen.

"Jadi tentunya dengan kenaikan 25 bps akan mengubah paling tidak proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia, meskipun kalau kita lihat dari sisi growth-nya sendiri kita masih proyeksikan di level 5,1-5,5 persen," kata Gubernur BI Agus Martowardojo di kantornya, Jakarta, Kamis (17/5/2018).

Proyeksi tersebut berdasarkan kajian investasi yang pengeluarannya tetap besar dan naiknya suku bunga acuan tidak memengaruhi hal tersebut. Investasi yang dilakukan pihak swasta di sektor non-bangunan juga diyakini akan memberikan sentimen positif.

"Kami optimistis dari sisi investasi yang dilakukan oleh swasta non-bangunan dan akan punya pengaruh positif untuk menjaga investasi sebagai driver pertumbuhan ekonomi," ucapnya.

Kemudian, dengan adanya beberapa event nasional maupun internasional di tahun ini membuat konsumsi masyarakat cenderung meningkat. "Konsumsi diperkirakan akan meningkat dari pertumbuhan 2017 salah satunya event politik dan event olahraga yang akan mendorong belanja masyarakat," ujarnya.

Kedua komponen tersebut, menurut dia, dapat mendorong permintaan khsusnya di domestik. Sebab, kedua komponen tersebut dapat berimbas pada peningkatan impor konsumsi khususnya di sektor barang modal, sehingga akan berpengaruh pada net ekspor dan transaksi berjalan secara keseluruhan.

"Meskipun ada perubahan kenaikan 25 bps, kami masih tetap menghitung pertumbuhan 5,1-5,5 persen, mungkin hanya slightly turun dari angka proyeksi kita sebelum ada perubahan policy rate," tuturnya.

Sebagai informasi, BI sebelumnya memprediksi pertumbuhan ekonomi kuartal I-2018 hanya akan bergerak ke 5,11 persen. Gubernur BI memandang pemulihan ekonomi memang terus berjalan. Namun, terdapat tekanan terhadap defisit transaksi berjalan yang melebar karena impor yang naik.

Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal I 2018 sebesar 5,06 persen secara year on year (yoy). Pertumbuhan ini lebih tinggi dibanding periode yang sama tahun lalu, yang sebesar 5,01 persen yoy.

Kepala BPS Suhariyanto memaparkan, meski tercatat positif, namun, capaian tersebut lebih rendah dibandingkan pertumbuhan ekonomi sepanjang 2017, yang berada di angka 5,07 persen (yoy). Ia optimistis, di kuartal selanjutnya pertumbuhan ekonomi Indonesia akan lebih tinggi dan bisa mencapai target pertumbuhan sepanjang tahun yang sebesar 5,4 persen.


Editor : Ranto Rajagukguk