Suku Bunga Acuan Naik

Menko Darmin Harap Perbankan Tak Buru-Buru Naikkan Bunga Kredit

Ade Miranti Karunia Sari ยท Kamis, 17 Mei 2018 - 21:52 WIB
Menko Darmin Harap Perbankan Tak Buru-Buru Naikkan Bunga Kredit

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution. (Foto: iNews.id/Ade Miranti)

JAKARTA, iNews.id - Bank Indonesia (BI) telah menaikkan 7-Days Repo Rate (7DRR) 25 basis poin menjadi 4,50 persen dari 4,25 persen. Kenaikan suku bunga acuan itu diharapkan tidak membuat perbankan terburu-buru mengerek bunga kreditnya.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution berpendapat, keputusan otoritas moneter memang sudah tepat dengan melihat tantangan global ke depan guna menjaga makroekonomi. Namun, ia sedikit khawatir dengan bunga kredit perbankan yang dinaikkan sehingga mengganggu pertumbuhan kredit di tahun ini.

"Walaupun itu akan sedikit, enggak harus, tapi akan memengaruhi bunga kredit di dalam negeri. Kita bisa mencoba meyakinkan bank jangan buru-buru mengubah tingkat bunga supaya jangan memengaruhi bunga pinjaman orang," katanya ditemui di Kantornya, Kamis (17/5/2018).

Sementara itu, Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Suahasil Nazara berharap suku bunga acuan yang naik mampu menstabilkan perekonomian Indonesia dan menarik para investor.

"Kalau stabil, maka itu kemudian dunia usaha bisa melakukan usaha dengan lebih baik. Dan kemudian APBN bisa dilaksanakan dengan cukup kredibel maka kita akan yakini pertumbuhan itu akan datang dengan konsumsi, investasi, dan dengan ekspor," ujarnya.

Dia menilai wajar jika suku bunga 7DRR dinaikkan, akibat volatilitas yang tinggi di pasar keuangan yang dipicu oleh berbagai macam perubahan untuk menuju keseimbangan baru. Contohnya saja, kurs rupiah dan perdagangan saham yang fluktuatif.

"Volatilitas ini memang tidak baik untuk pembangunan kita, tidak baik untuk pelaksanaan APBN, tidak baik juga untuk dunia usaha kita. Karena semakin tinggi volatilitasnya, semakin tinggi pula uncertainty yang dihadapi oleh perekonomian," ucap Suahasil.

BI sebelumnya memutuskan untuk menaikkan 25 basis poin (bps) BI 7-days Reverse Repo Rate menjadi sebesar 4,50 persen dari 4,25 persen dan berlaku efektif sejak Jumat, 18 Mei 2018. Penetapan tersebut merupakan hasil dari Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI yang berlangsung pada 16-17 Mei 2018.

Dengan demikian, suku bunga deposit facility menjadi sebesar 3,75 persen dari 3,5 persen dan lending facility menjadi sebesar 5,25 persen dari 5 persen. Kebijakan BI menaikkan suku bunga acuan menjadi 4,50 persen tersebut sejalan dengan upaya menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan serta mendukung pemulihan ekonomi domestik.


Editor : Ranto Rajagukguk