Wall Street Menghijau Didukung Penguatan Saham-Saham Energi

Ranto Rajagukguk · Kamis, 17 Mei 2018 - 22:15 WIB

Ilustrasi. (Foto: Reuters)

NEW YORK, iNews.id - Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street naik tipis mendapat tenaga dari penguatan saham-saham energi. Namun, kenaikan itu juga dibatasi dengan imbal hasil obligasi AS yang mencetak level tertinggi baru. 

Mengutip CNBC, Kamis (17/5/2018), Indeks Dow Jones Industrial Average naik 15 poin, sementara Indeks komposit S & P 500 dan Nasdaq masing-masing naik 0,1 persen. Saham energi naik 1,3 persen karena harga minyak patokan Brent mencapai 80 per barel dolar AS di tengah kekhawatiran penurunan ekspor Iran sehingga membatasi pasokan di pasar.

Namun, saham Cisco dan Walmart turun masing-masing 3,3 persen dan 1,4 persen. Saham Cisco jatuh setelah melaporkan penjualan yang lebih lemah dari perkiraan untuk bisnis layanan utamanya. Sementara Walmart tergelincir meski melaporkan laba yang lebih baik dari perkiraan.

Imbal hasil obligasi AS yang terkerek juga membatasi kenaikan untuk bursa saham. Imbal hasil obligasi bertenor 10 tahun mencetak angka 3,1 persen untuk pertama kalinya sejak 2011.

Investor telah menjual hasil obligasi AS di tengah kekhawatiran kenaikan inflasi yang dapat menyebabkan Federal Reserve mengetatkan kebijakan moneter lebih cepat dari yang diperkirakan pasar.

Wall Street juga melihat ke Washington ketika AS dan China di mana memulai putaran kedua pembicaraan perdagangan. Para pejabat AS dan China telah melihat ada indikasi kesenjangan perdagangan antara kedua negara yang begitu signifikan.

Ketegangan antara AS dan Cina meningkat dalam beberapa bulan terakhir karena kedua negara saling menekan dengan tarif impor terhadap produk ekspor. AS juga melarang perusahaan mengekspor barang ke perusahaan teknologi China, ZTE.

Ketegangan itu telah memicu kekhawatiran bahwa dua ekonomi dunia terbesar itu bisa saling terlibat dalam perang dagang.


Editor : Ranto Rajagukguk

KOMENTAR