Pekan Depan, Presiden Umumkan THR dan Gaji ke-13 PNS

Ade Miranti Karunia Sari ยท Kamis, 17 Mei 2018 - 22:31 WIB
Pekan Depan, Presiden Umumkan THR dan Gaji ke-13 PNS

Ilustrasi. (Foto: iNews.id/Yudistiro Pranoto)

JAKARTA, iNews.id - Pegawai Negeri Sipil (PNS) masih menantikan pengumuman waktu pencairan dana Tunjangan Hari Raya (THR) dan gaji ke-13 untuk tahun ini. Bila tidak ada aral melintang, Presiden Joko Widodo (Joko Widodo) akan mengumumkannya secara langsung pada pekan mendatang.

Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Askolani enggan memberi bocoran detail waktu pencairan dana THR dan gaji ke-13 PNS. Pengumuman tentang hal itu bukan menjadi wewenangnya karena akan disampaikan langsung oleh Presiden.

"Nanti diumumin Presiden, Insya Allah minggu depan. Insya Allah (THR lebih besar)," katanya dalam konferensi pers APBN KiTA di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (17/5/2018).

Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Perbendaharaan Kemenkeu Marwanto membocorkan, dana THR dan akan cair jelang Lebaran 2018. Adapun untuk gaji ke-13 akan diterima oleh PNS pada Juni atau Juli mendatang.

"Nanti Presiden sampaikan secara langsung. Intinya THR dibayar menjelang Lebaran, gaji ke-13 dibayar di tahun ajaran baru," ujarnya.

Sementara itu untuk para pekerja dan buruh, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Hanif Dhakiri telah menandatangani Surat Edaran (SE) Nomor 2 Tahun 2018 tentang Pembayaran Tunjangan Hari Raya Kegamaan Tahun 2018, yang ditujukan kepada Para Gubernur, dan Para Bupati/Wali Kota se-Indonesia.

Dalam SE itu disebutkan, pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) Keagamaan bagi pekerja/buruh merupakan upaya untuk memenuhi kebutuhan pekerja/buruh dan keluarganya dalam merayakan hari raya keagamaan.

“Berdasarkan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 6 Tahun 2016, pemberian THR Keagamaan merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan pengusaha kepada pekerja/buruh,” kata Hanif.

Surat Edaran Menaker ini menegaskan, THR Keagamaan bagi pekerja/buruh diberikan 1 (satu) kali dalam 1 (satu) tahun, dan pembayarannya disesuaikan dengan hari raya keagamaan masing-masing pekerja/buruh. “THR Kegamaan wajib dibayarkan paling lambat 7 (tujuh) hari sebelum hari raya keagamaan,” kata Menaker dalam Surat Edaran itu.


Editor : Ranto Rajagukguk