Rupiah Melemah ke Rp14.133 per Dolar AS meski Suku Bunga BI Dinaikkan

Isna Rifka Sri Rahayu · Jumat, 18 Mei 2018 - 10:09 WIB

ilustrasi. (Foto: Koran Sindo/Yorri Farli)

JAKARTA, iNews.id – Keputusan Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga 7-Day Reverse Repo Rate sebesar 25 basis poin belum cukup memberikan tenaga kepada rupiah. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah cukup signifikan di pasar spot pada perdagangan Kamis (17/5/2018) pagi.

Mengutip data Bloomberg, rupiah berada di level Rp14.133 per dolar AS pada pukul 10:00 WIB, turun 75 poin atau 0,53 persen, dibandingkan posisi penutupan kemarin di level Rp14.058 per dolar AS.

Pada awal sesi, rupiah sempat dibuka menguat 5 poin di Rp14.053 per dolar AS, namun tidak lama kemudian langsung terjun di atas level Rp14.100. Sejauh ini, rupiah bergerak dalam rentang 14.053 – 14.137. Sementara sejak awal tahun, rupiah melemah 3,71 persen terhadap greenback.

Data Yahoo Finance  juga menunjukkan rupiah pada pukul 10:05 WIB anjlok 86 poin atau 0,61 persen di level Rp14.133 per dolar AS. Mata uang Garuda sejauh ini bergerak pada kisaran 14.038 – 14.135.

Berdasarkan data kurs Referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) yang dirilis Bank Indonesia pada 18 Mei 2018, rupiah diperdagangkan di level 14.107 per dolar AS, melemah 33 poin dibandingkan posisi kemarin di level Rp14.074 per dolar AS.

Analis Binaartha Sekuritas M. Nafan Aji Gusta Utama mengatakan, keputusan bank sentral menaikkan suku bunga seharusnya membuat rupiah menguat. Dia memprediksi kurs rupiah terhadap dolar AS bergerak di kisaran 13.980 hingga 14.125 per dolar AS. 

Secara teknikal pada USD-IDR daily chart masih terlihat pola tweezer top candlestick pattern. Hal ini, kata Nafan, mengindikasikan adanya potensi penguatan bagi rupiah terhadap dolar AS.

Menurut dia, keputusan BI menaikkan 7-Day Repo Rate sebesar 25 basis poin menjadi 4,5 persen untuk menjaga tingkat stabilitas rupiah dari tekanan eksternal yang berdampak pada penguatan dolar AS dalam skala global. Kebijakan itu ditujukan untuk merespons sinyal kuat The Fed yang akan menaikkan tingkat suku bunga sebanyak tiga kali lagi pada tahun ini.


Editor : Rahmat Fiansyah

TAG : rupiah

KOMENTAR