Pertumbuhan Ekonomi 2019 Ditarget 5,8 Persen, Ini Strategi Pemerintah

Isna Rifka Sri Rahayu ยท Jumat, 18 Mei 2018 - 13:33 WIB
Pertumbuhan Ekonomi 2019 Ditarget 5,8 Persen, Ini Strategi Pemerintah

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati usai Rapat Paripurna di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (18/5/2018)

JAKARTA, iNews.id - Pemerintah menetapkan target pertumbuhan ekonomi pada kisaran 5,4-5,8 persen pada tahun 2019. Target tersebut lebih tinggi daripada target tahun ini yang ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018 sebesar 5,4 persen.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, target tersebut akan dicapai dengan melaksanakan percepatan pembangunan kawasan timur Indonesia, wilayah perbatasan, kawasan terluar, dan daerah tertinggal. Daerah-daerah tersebut dinilainya juga menjadi kunci karena selama ini masih mengandalkan sumber daya alam (SDA) sebagai sektor unggulan. Untuk itu, pemerintah akan mengembangkan perekonomian dengan komoditas yang bernilai tambah supaya tidak rentan terhadap gejolak harga komoditas.

"Walaupun dihadapkan berbagai kendala dan ketidakpastian, pemerintah tetap berupaya keras mewujudkan peningkatan pertumbuhan yang lebih berkualitas dan inklusif agar peningkatan kesejahteraan masyarakat dapat lebih adil dan merata," ujarnya saat memberikan keterangan mengenai Kerangka Ekonomi Makro dan Kebijakan Fiskal RAPBN 2019 dalam Rapat Paripurna di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (18/5/2018).

Sementara dari sisi suplai, kata Menkeu, pemerintah akan mendorong industri pengolahan yang memiliki nilali tambah tinggi, sehingga bisa menciptakan kesempatan kerja lebih banyak. Dari sisi permintaan, dengan makin berkembangnya kelas menengah, pemerintah yakin pasar domestik semakin kokoh.

"Industri pengolahan yang mampu menciptakan nilai tambah yang efisien perlu diperkuat, dengan tetap mengembangkan produktivitas dan ketahanan sektor pertanian. Selain itu, pemerintah terus mendorong pengembangan industri berbasis ekonomi digital yang membutuhkan dukungan kualitas SDM yang produktif, inovatif dan berdaya saing," kata dia.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini optimistis dengan perekonomian Indonesia tahun depan karena investasi kini menjadi sumber pertumbuhan ekonomi yang bisa diandalkan. Menurutnya,  momentum pertumbuhan investasi dan ekspor dinilai perlu terus dipelihara dengan menghilangan perizinan dan regulasi yang menghambat baik di tingkat pusat maupun daerah.

Selain itu, kata Menkeu, reformasi di bidang perpajakan dan ketenagakerjaan juga akan terus dilakukan agar minat investor semakin meningkat. Pemerintah sedang mendesain berbagai kebijakan insentif fiskal yang atraktif dan kompetitif guna meningkatkan investasi dan mendorong ekspor.

Dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan inklusif, pertumbuhan konsumsi rumah tangga perlu turus dijaga. Untuk itu, pemerintah berupaya menjaga inflasi pada tingkat yang rendah untuk menjamin daya beli masyarakat tetap kuat. Pada tahun 2019, pemerintah masih menetapkan inflasi dalam rentang 3,5 plus minus 10 persen. 


Editor : Rahmat Fiansyah