Pemerintah Prediksi Harga Minyak 60-70 Dolar AS per Barel Tahun Depan

Isna Rifka Sri Rahayu · Jumat, 18 Mei 2018 - 14:07 WIB

ilustrasi. (Foto: AFP)

JAKARTA, iNews.id - Pemerintah memperkirakan harga minyak dunia akan berada pada kisaran 60-70 dolar Amerika Serikat (AS) per barel pada 2019. Asumsi tersebut lebih tinggi daripada asumsi yang ditetapkan tahun ini dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018 sebesar 45 dolar AS per barel. 

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, kenaikan asumsi ini karena harga minyak mentah dunia terus meningkat tahun ini seiring meningkatnya permintaan dan pulihnya ekonomi global. Menurut dia, pergerakan harga minyak mentah Indonesia (Indonesia crude price/ICP) mengikuti harga minyak mentah dunia. Sementara, harga minyak dunia sulit diprediksi lantaran tergantung pada dinamika politik, sosial, dan ekonomi di tingkat global.

"Faktor pemulihan ekonomi dunia, keamanan, politik, bencana alam, dan inovasi teknologi akan menentukan dinamika harga minyak dunia," ujarnya saat memberikan keterangan mengenai Kerangka Ekonomi Makro dan Kebijakan Fiskal RAPBN 2019 dalam Rapat Paripurna di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (18/5/2018).

Dengan naiknya permintaan minyak sebagai akibat mulai pulihnya perekonomian global, sedangkan produksi minyak mentah dunia belum akan mampu mengimbangi kenaikan permintaannya. Hal ini berdampak membuat harga minyak mentah dunia naik.

"Produksi minyak mentah dunia diperkirakan belum akan mampu mengimbangi kenaikan permintaannya, baik karena kendala investasi ladang baru maupun karena peningkatan ketegangan dan gangguan politik keamanan di beberapa negara produsen minyak utama dunia," kata dia.

Untuk diketahui, harga minyak mentah dunia meningkat cukup signifikan sejak awal tahun 2018. Harga minyak Brent yang menjadi patokan harga internasional saat ini sudah menembus 80 dolar AS per barel sementara minyak AS West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan di level 71 dolar AS per barel. Selain faktor alamiah, keputusan AS menarik diri dari kesepatan nuklir Iran ikut melambungkan harga minyak melewati batas psikologis.

Untuk asumsi lifting minyak bumi pada 2019, pemerintah menetapkan sekitar 722.000 - 805.000 barel per hari. Sementara untuk lifting gas bumi ditetapkan sekitar 1,11 - 1,3 juta barel setara minyak per hari. Menkeu menyebut, perkiraan tingkat lifting tersebut berdasarkan pertimbangan kapasitas produksi dan tingkat penurunan alamiah Iapangan-Iapangan minyak yang ada, penambahan proyek yang akan mulai beroperasi, dan rencana kegiatan produksi yang dilaksanakan tahun depan.


Editor : Rahmat Fiansyah

KOMENTAR