Harta Miliarder Sentuh Rekor, Setara 9 Kali Lipat Ekonomi Indonesia

Rahmat Fiansyah ยท Jumat, 18 Mei 2018 - 15:02 WIB
Harta Miliarder Sentuh Rekor, Setara 9 Kali Lipat Ekonomi Indonesia

Pendiri Amazon, Jeff Bezos dinobatkan sebagai orang terkaya di dunia dengan harta sekitar 133 miliar dolar AS pada tahun lalu. (Foto: AFP)

NEW YORK, iNews.id - Tahun lalu, 357 miliarder baru “lahir” sehingga membuat populasi mereka mencapai 2.754. Meski tumbuh hampir 15 persen, porsi orang-orang super kaya ini hanya secuil dari total penduduk dunia yang mencapai 7,6 miliar jiwa.

Tak hanya itu, berdasarkan data yang dirilis oleh Wealth-X, perusahaan yang fokus meriset orang-orang kaya, jumlah harta mereka juga ikut meroket dan menyentuh rekor. Harta mereka tumbuh 24 persen dibanding tahun lalu sehingga mencapai 9,2 triliun dolar AS, setara 9 kali lipat produk domestik bruto (PDB) Indonesia yang tahun lalu menyentuh 1 triliun dolar AS untuk pertama kalinya.

Dalam riset bertajuk “Wealth-X billionaire census 2018”, harta orang-orang super kaya melonjak berkat kondisi ekonomi dan pasar modal yang relatif stabil.

“Mungkin kejutan terbesar sepanjang 2017 yaitu tidak adanya kejutan di pasar modal. Menyusul periode sulit bagi para miliarder pada 2016, saat portofolio aset mereka terpapar gejolak, baik dari pasar modal maupun instabilitas geopolitik, cukup masuk akal munculnya asumsi asumsi miliarder tidak terlalu optimistis memasuki tahun 2017,” kata Direktur Wealth-X, Winston Chesterfield, dalam risetnya, dikutip Jumat (18/5/2018).

10 miliarder teratas menggenggam lebih dari 660 miliar dolar AS dengan Jeff Bezos, Pendiri Amazon menduduki takhta sebagai orang terkaya sejagad. Harta pria berkepala plontos ini naik 34,2 miliar dolar AS dalam setahun menjadi 133 miliar dolar AS. Kalau dirupiahkan setara hampir Rp1.800 triliun (kurs Rp13.500 per dolar AS), lebih tinggi daripada realisasi penerimaan perpajakan RI yang tercatat Rp1.339,8 triliun.

Populasi orang-orang dengan kekayaan minimal 1 juta dolar AS ini, berdasarkan riset Wealth-X setara 1,1 persen populasi dunia. Namun, mereka memiliki 29 persen dari harta yang ada di dunia. Angka ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 26 persen.

Data tersebut menunjukkan betapa ketimpangan antara populasi kaya dengan orang di luar populasi mereka begitu tinggi. Fakta menarik pun muncul karena ketimpangan juga terjadi di internal orang-orang super kaya. Mereka yang masuk dalam 5 persen golongan teratas dari populasi orang super kaya dengan kekayaan minimal 50 miliar dolar AS mengontrol 32 persen harta orang super kaya. Sementara harta 10 miliarder teratas setara 7,2 persen dari populasi orang kaya dan 0,8 persen dibandingkan PDB global.


Editor : Rahmat Fiansyah