Mudik Lebaran 2018, Tarif Tol Diskon 10 Persen

Isna Rifka Sri Rahayu · Jumat, 18 Mei 2018 - 15:58 WIB

ilustrasi. (Foto: Ant)

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan memberikan diskon 10 persen untuk tarif tol. Diskon ini berlaku pada tanggal tertentu di seluruh jalur tol selama mudik lebaran mendatang.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, keputusan diskon tarif tersebut sudah dibicarakan oleh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT). Menurutnya, seluruh BUJT sudah menyetujui besaran diskon namun belum diputuskan mengenai kapan diskon ini akan diberlalukan karena ada manjemen trafik yang perlu diatur.

"Jadi rata rata diskonnya 10 persen. Itu kalau 10 persen hampir rata-rata sepakat itu. Kemudian kapan mulai berlaku kalau ini kita libur dari tanggal 11 itu ada yang ingin mulai H-11 itu sampai selesai libur. Tapi ada yang H-2 sampai H+2 tergantung mereka sendiri," kata Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono di kantornya, Jakarta, Jumat (18/5/2018).

BACA JUGA:

Jasa Marga: Tarif Tol Jakarta hingga Surabaya Rp351.500

Surat Keputusan (SK) terkait kebijakan ini akan segera dibuat oleh Menteri PUPR pada Senin atau Selasa pekan depan. "Nanti bikin SK-nya paling Senin, Selasa ini dari menteri PU. SK itu kan pertanggung jawaban incomenya PUJT," ucapnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR Arie Setiadi Moerwanto mengatakan, pemberian diskon tarif ini bersifat sementara. Meski demikian, pihaknya masih akan membicarakannya dengan BUJT mengenai pemberlakuan tarif tersebut.

"Akan ditindaklanjuti tapi hanya tinggal waktunya berbeda-beda ada yang prefer desknya, ada yang ingin seminggu sebelum dan sesudah," tutur dia.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiadi sebelumnya menyebut diskon tarif tol ini merupakan ide bagus selama bukan diterapkan saat arus puncak mudik terjadi. Untuk itu ia menyarankan agar diskon ini diberlakukan saat seminggu sebelum lebaran agar menarik masyarakat untuk berangkat mudik lebih awal.

"Saya mungkin bisalah diskon tapi klo bisa H-7 (Lebaran) jadi masyarakat bisa lari ke sana. Mengurangi beban (saat arus puncak)," ujarnya, Jumat (11/5/2018).

Jika diberlakukan saat arus puncak, dia menilai kebijakan ini akan kontraproduktif dengan kebijakan  Kementerian Perhubungan yang mengimbau masyarakat untuk menggnakan jalan nasional sebagai jalur mudiknya. Pasalnya, pemberlakuan diskon ini justru akan membuat masyarakat menggunakan jalan tol sebagai pilihan utama.

Untuk itu, Kemenhub masih akan melihat seperti apa konsep diskon yang diajukan Kementerian PUPR dan Asoisasi Tol Indonesia (ATI). Berdasarkan penuturan ATI, kebijakan diskon ini baru akan dibicarakan seminggu sebelum Lebaran 2018.

"Nanti saya akan lihat konsep diskon seperti apa, kalau soal prediksi arus mudik itu arus balik didiskon ya orang bakal lari ke situ semuanya," kata dia.


Editor : Rahmat Fiansyah

KOMENTAR