Suku Bunga Acuan Naik, Pertumbuhan Kredit Bakal Tertahan di 9 Persen

Ade Miranti Karunia Sari ยท Jumat, 18 Mei 2018 - 16:12 WIB
Suku Bunga Acuan Naik, Pertumbuhan Kredit Bakal Tertahan di 9 Persen

Ilustrasi. (Foto: Okezone)

JAKARTA, iNews.id – Kenaikan suku bunga acuan oleh Bank Indonesia (BI) menjadi 4,50 persen akan direspons perbankan dalam dua atau tiga bulan ke depan. Kebijakan itu berpotensi mendorong perbankan menaikkan suku bunga kredit dan deposito sehingga menekan daya beli masyarakat.

Ekonom Bank Permata Josua Pardede menuturkan, suku bunga acuan yang naik memang akan berdampak pada ekonomi nasional. Target pertumbuhan kredit bisa terkoreksi karena juga menekan kegiatan sektor riil yang menjadi andalan untuk mengerek perekonomian.

"Akan berdampak pada perekonomian, khususnya dari sisi sektor rill. Karena cost of borrow-nya akan semakin mahal, sehingga pertumbuhan kredit pun akan lebih rendah dari ekspetasi sebelumnya," ujar Josua di Jakarta, Jumat (18/5/2018).

Meski begitu, Josua mengatakan, pertumbuhan kredit tahun ini tetap lebih tinggi ketimbang 2017 lalu yang hanya 8,1 persen. Dia memproyeksikan pertumbuhan kredit tahun ini mencapai 9-10 persen, jauh lebih rendah dari target BI yang sebesar 10-12 persen.

"Tapi permintaan mudah-mudahan bisa lebih baik dibanding tahun lalu. Sehingga pertumbuhan kredit bisa lebih tercapai, ya at least 9 sampai 10 persen sampai akhir tahun ini sehingga masih bisa men-support (pertumbuhan ekonomi)," katanya.

Di sisi lain, kebijakan BI yang menaikkan 7-Days Repo Rate (7DRR) sebesar 25 bps pada Rapat Dewan Gunernur (RDG) BI 16-17 merupakan tindakan yang tepat. Hal ini bertujuan mendorong stabilitas makroekonomi dan volatilitas rupiah akibat normalisasi moneter Amerika Serikat (AS) yang akhirnya berimbas terhadap perekonomian global.

Apalagi saat ini, rupiah terus bergerak melemah menyentuh level Rp14.100 per dolar AS. "Karena stabilitas memang perlu didorong dan diperkuat, agar lebih optimal. Daripada volatile (kurs rupiah terhadap dolar AS), lebih baik pertumbuhannya yang sustain dan tetap terjaga," ujarnya.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution berpendapat, apabila perbankan mulai menaikkan suku bunga kreditnya itu adalah sesuatu normal dan memang akan berpengaruh pada perekonomian Indonesia. "Semua akan menyesuaikan diri. Artinya dengan suku bunga yang lebih tinggi itulah new normal. Normalnya lain gitu," ucapnya.


Editor : Ranto Rajagukguk