Makin Tertekan, Rupiah Terperosok ke Rp14.156 per Dolar AS

Ranto Rajagukguk ยท Jumat, 18 Mei 2018 - 17:11 WIB
Makin Tertekan, Rupiah Terperosok ke Rp14.156 per Dolar AS

Ilustrasi. (Foto: iNews.id/Yudistiro Pranoto)

JAKARTA, iNews.id - Tekanan dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah membuat mata uang Garuda makin terjungkal di pasar spot pada perdagangan, Jumat (18/5/2018). Laju penguatan dolar AS dalam beberapa terakhir juga makin kencang karena mendapat sentimen dari kenaikan imbal hasil obligasi AS.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup turun 98 poin atau 0,70 persen menjadi Rp14.156 per dolar AS. Saat bel pembukaan perdagangan, rupiah dibuka ke Rp14.053 per dolar AS. Di akhir sesi kemarin, rupiah sempat menetap ke Rp14.058 per dolar AS. Rentang pergerakan rupiah hari ini adalah Rp14.053-14.158 per dolar AS.

Adapun Yahoo Finance mencatat, rupiah turun 103 poin atau 0,73 persen ke Rp14.150 per dolar AS. Di awal pembukaan rupiah diperdagangkan ke Rp14.045 per dolar AS. Posisi rupiah di akhir sesi kemarin sempat singgah ke Rp14.047 per dolar AS. Rata-rata pergerakan rupiah hari ini adalah Rp14.038-14.155 per dolar AS.

Berdasarkan laporan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia, rupiah melemah 33 poin menjadi Rp14.107 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.074 per dolar AS.

Sebagai informasi, kurs dolar AS diperdagangkan lebih tinggi terhadap mayoritaas mata uang lain di akhir perdagangan Kamis (17/5/2018) waktu setempat karena imbal hasil obligasi meningkat tajam dalam beberapa hari terakhir.

Mengutip Xinhua, Jumat (18/5/2018), imbal hasil obligasi AS bertenor 10 tahun naik lebih dari 3,11 persen pada Kamis, pertama kalinya sejak 2011. Imbal hasil, sebuah barometer untuk suku bunga KPR dan instrumen keuangan lainnya, telah melonjak baru-baru ini di tengah kekhawatiran pasar atas kenaikan inflasi, sehingga memicu spekulasi investor tentang suku bunga yang naik agresif hingga akhir tahun.

Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, naik 0,07 persen ke 93,462 pada akhir perdagangan. Di sisi ekonomi, dalam pekan yang berakhir 12 Mei, aplikasi baru untuk tunjangan pengangguran AS berdiri di 222.000 yang disesuaikan secara musiman, meningkat 11.000 dari tingkat tidak direvisi pekan sebelumnya sebesar 211.000, Departemen Tenaga Kerja mengumumkan Kamis.

Sementara itu, perusahaan manufaktur melaporkan peningkatan kinerja dalam kondisi manufaktur regional pada bulan Mei, menurut Survei Outlook Bisnis Federal Philadelphia Reserve pada hari Kamis. Indeks untuk aktivitas manufaktur saat ini di wilayah tersebut meningkat 11 poin menjadi 34,4, mengalahkan ekspektasi pasar sebesar 21,0.

Pada akhir perdagangan New York, euro turun menjadi 1,1799 dolar AS dari 1,1802 dolar AS pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi 1,3508 dolar AS dari 1,3482 dolar AS pada sesi sebelumnya. Dolar Australia jatuh ke 0,7509 dolar AS dari 0,7515 dolar AS.

Dolar AS membeli 110,74 yen Jepang, lebih tinggi dari 110,26 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS tidak berubah pada hampir 1,0013 franc Swiss dari 1,0013 franc Swiss, dan itu hingga 1,2797 dolar Kanada dari 1,2791 dolar Kanada.


Editor : Ranto Rajagukguk