BPJT Prediksi 112.000 Kendaraan Padati Tol Cikarang saat Arus Mudik

Isna Rifka Sri Rahayu ยท Jumat, 18 Mei 2018 - 17:26 WIB
BPJT Prediksi 112.000 Kendaraan Padati Tol Cikarang saat Arus Mudik

Ilustrasi. (Foto: Okezone)

JAKARTA, iNews.id - Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) memperkirakan akan ada 112.000 kendaraan yang keluar dari Jakarta melalui Gerbang Tol Cikarang Utama pada puncak arus mudik mendatang. Puncak arus mudik akan terjadi pada 8 Juni 2018 dan arus balik pada 20 dan 23 Juni 2018.

Namun demikian, Kepala BPJT Herry Trisaputra Zuna mengatakan, jumlah tersebut tidak melonjak cukup signifikan jika dibandingkan dengan tahun lalu yang sebanyak 110.000 kendaraan.

"Dibandingkan tahun lalu itu tidak terlalu signifikan, kalau tidak salah tahun lalu itu sekitar 110.000 kendaraan," kata dia di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Jakarta, Jumat (18/05/2018).

Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, dari sisi jumlah kendaraan memang lebih banyak di jalur jalan sekitar DKI Jakarta. Sementara, semakin ke timur jumlah kendaraan akan semakin berkurang.

"Dari sisi volume seperti tahun lalu memang cenderung yang banyak di dekat jakarta. Kalau 112.000 di Cikarang Utama, nanti di Palimanan jadi 74.000, Banyuwangi 42.000. Jadi makin ke arah timur makin sedikit," ucapnya.

Jumlah tersebut diperkirakan tidak akan bertambah meski akan ada pemberlakukan diskon 10 persen tarif tol. Sebab, menurut dia, setiap pemudik pasti sudah memiliki pilihan masing-masing.

"Masing-masing pengguna kan pasti sudah punya pilihan mau menggunakan moda apa, rute apa, hari apa. Namun, untuk mendorong pola pergerakan tadi diskonnya diharapkan dilakukan bukan pada hari puncak," tuturnya.

Sebagai informasi, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan memberikan diskon 10 persen untuk tarif tol. Diskon ini berlaku pada tanggal tertentu di seluruh jalur tol selama mudik lebaran mendatang.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, keputusan diskon tarif tersebut sudah dibicarakan oleh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT). Menurut dia, seluruh BUJT sudah menyetujui besaran diskon namun belum diputuskan mengenai kapan diskon ini akan diberlalukan karena ada manjemen trafik yang perlu diatur.

"Jadi rata rata diskonnya 10 persen. Itu kalau 10 persen hampir rata-rata sepakat itu. Kemudian kapan mulai berlaku kalau ini kita libur dari tanggal 11 itu ada yang ingin mulai H-11 itu sampai selesai libur. Tapi ada yang H-2 sampai H+2 tergantung mereka sendiri," kata Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono.


Editor : Ranto Rajagukguk