Puan Minta Tarif Tol Gratis jika Antrean di GT Lebih dari 5 KM

Koran SINDO ยท Senin, 11 Juni 2018 - 10:18 WIB
Puan Minta Tarif Tol Gratis jika Antrean di GT Lebih dari 5 KM

ilustrasi Wall Street. (Foto: Okezone.com)

Facebook Social Media Twitter Social Media Google+ Social Media Whatsapp Social Media

TEGAL, iNews.id - Pengelola jalan tol diminta menggratiskan tarif untuk pemudik jika antrean di pintu tol lebih dari 5 kilometer (km). Langkah ini perlu diambil agar antrean tidak terlalu panjang hingga mengganggu kenyamanan pemudik.

Permintaan diskresi untuk membebaskan tarif tol jika kondisi dimaksud terjadi disampaikan Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (MenkoPMK) Puan Maharani setelah melihat antrean kendaraan sekitar 3 km di Gerbang Tol (GT) Kertasari Suradadi, Kabupaten Tegal, yang merupakan jalur ruas tol fungsional Pejagan-Pemalang. Puan khawatir peristiwa di Brebes Exit (Brexit) 2016 bisa terulang. Dalam pandangannya, antrean sepanjang 3 km tersebut sudah sangat panjang dan dapat mengganggu kenyamanan pemudik.

“Sekarang diskresi pembebasan biaya tol diterapkan apabila antrean memanjang 5 km. Saya rasa 3 km saja sudah sangat panjang dan mengganggu pemu dik,” ujar dia saat melakukan peninjauan arus mudik Lebaran 2018 di wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur, kemarin.

Selain Puan, turut melakukan peninjauan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, Ketua DPR Bambang Soesatyo, Menhub Budi Karya Sumadi, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Mantan Dirut Pertamina Elia Massa Manik, Dirut Jasa Marga, Kepala Pengatur Jalan Tol (BPJT), Kepala Basarnas, serta sejumlah pejabat pusat dan daerah lainnya.

Dengan menumpang tiga helikopter, mereka melakukan inspeksi di Cikopo, sejumlah titik di Jawa Tengah hingga ke Ngawi. Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian setuju dengan usulan pembebasan biaya tol jika antrean memanjang hingga sekira 3 km. Untuk itu dia memohon kebijaksanaannya kepada Menteri PUPR selaku penanggung jawab proyek tol untuk mementingkan situasi darurat.

“Ya berperikemanusiaan kepada para pemudik, namun semua tergantung Pak Menteri PUPR,” kata Tito.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menyatakan kesiapannya untuk menindaklanjuti permintaan diskresi itu apabila terjadi di tol operasional.

“Ya bisa jadi kami terapkan, namun tetap menunggu kondisi di lapangan. Untuk akses tol fungsional Semarang hingga Sragen tahun ini memang gratis,” tandas Basuki.

Secara umum hingga kemarin arus mudik Lebaran 2018 relatif lancar dan aman, termasuk di sepanjang tol Trans-Jawa. Kepadatan hanya terpantau di Cipali akibat banyaknya pemudik yang memanfaatkan rest area. Tito menyebut puncak arus mudik sudah lewat. Kendati demikian polisi masih mengantisipasi lonjakan kendaraan pada Minggu-Senin, 10-11 Juni 2018, khususnya di GT Cikarang Utama dan GT Cipali.

“Personel kepolisian yang bertugas perlu disiagakan hing - ga Senin malam besok. Puncak arus mudik Lebaran 2018 seharusnya terjadi Sabtu malam tadi. Sekarang justru puncak mudik sedang ada di Jawa Tengah. Sementara tanggal 13-14 Juni nanti justru akan lengang karena puncaknya sudah terjadi,” katanya.

Di sepanjang tol Trans-Jawa, polisi secara spesifik memberikan penekanan pada empat titik, yakni Kalikuto, Krincing, Kertasari, dan Cikopo. Di titik ini telah didirikan posko bersama yang melibatkan Polri, TNI, Basarnas, Pertamina, tim kesehatan.

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto melihat arus mudik dapat berjalan aman dan lancar. Kendati demikian dia berharap aparat terkait memberikan perhatian maksimal pada titik rawan Cikopo, Krincing, Kertasari, dan Kalikuto.

“Saran kepada Bu Menkes agar di titik pelayanan kesehatan rawan tersebut, tempatkan juga fasilitas ICU yang kemungkinan itu terjadi blok dan sebagainya itu bisa kita arahkan pemudik untuk kita bantu kesehatannya di posko tersebut,” ujarnya.

Kepala Harian Posko Mudik Kementerian Perhubungan Hindro Surahmat membenarkan arus mudik lewat tol terbilang cukup lancar. Namun sempat ada titik kemacetan di tol akibat penambahan kendaraan seperti pada Minggu pagi di tol Cikarang Utama. Namun kondisi itu bisa diatasi setelah diberlakukan sistem contraflow.

“Secara umum sampai tadi malam ada pergerakan sekitar 109.000 kendaraan bermotor (roda empat) dan itu cukup tinggi bila dibandingkan dengan hari-hari sebelumnya,” kata Hindro di Posko Mudik Kemenhub, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, kemarin.

Biasanya jumlah kendaraan paling banyak hanya sekitar 70.000. Menurut dia akhir pekan ini sebenarnya puncak mudik melalui darat. Tapi puncak arus kendaraan pemudik juga diprediksi akan terjadi dalam beberapa hari ke depan, terutama H-3 atau Selasa, 12 Juni 2018.

“Kita juga hati-hati di H-3 karena libur panjang berpengaruh pada pergerakan. Tidak satu hari (puncak), ada beberapa hari, sehingga ada potensi kenaikan juga di hari-hari berikutnya. Yang perlu kita (antisipasi) mungkin H-3, Selasa,” ujarnya.

“Arus puncak tidak satu hari, ada tersebar. Ini menunjukkan bagus, pergerakan di beberapa hari, tidak satu hari. Kalau satu hari (puncak arus mudik) riskan terjadi penumpukan, ada risiko,” imbuh dia.


Editor : Rahmat Fiansyah