Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi Seksi I Bisa Dilintasi Secara Gratis

Ade Miranti Karunia Sari · Senin, 11 Juni 2018 - 15:28 WIB

Jalan Tol Medan-Kualanamu Seksi I yang baru saja diresmikan hari ini (11/6/2018) dan belum dipungut tarif tol. (Foto: Ist)

JAKARTA, iNews.id – PT Jasa Marga (Persero) Tbk membuka jalan Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi Seksi I sebagai jalur fungsional untuk mendukung kelancaran arus mudik. Selama musim Lebaran, pemudik yang melintasi ruas tol ini tidak dipungut biaya.

Direktur Utama PT Jasa Marga Kualanamu Tol (JKT), Agus Suharjanto mengatakan, selama masa fungsional dan sebagai bentuk sosialisasi kepada masyarakat, bagi pengemudi yang melintas jalur tersebut belum dikenakan tarif tol. 

"Kami tidak memungut tarif untuk jalan tol tersebut hingga H+7 lebaran atau tanggal 11-22 Juni 2018," katanya melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin (6/11/2018).

Sementara, untuk Seksi II-VI lintasan Kualanamu-Parbarakan-Sei Rampah tetap diberlakukan tarif normal. Namun, selama periode arus mudik 13-15 Juni 2018 serta arus balik 18-20 Juni 2018, Jasa Marga memberlakukan tarif diskon 10 persen bagi pengguna uang elektronik (e-money).

Untuk diketahui, Jalan tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi Seksi I ruas Simpang Susun Tanjung Morawa sampai dengan Simpang Susun Parbarakan memiliki panjang total 10,75 kilometer (km). Dari total panjang ini, 7,5 km digarap Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan 3,25 km dibangun oleh PT JKT.

Jalan Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi Seksi menghubungkan Jalan Tol Eksisting Belawan-Medan-Tanjung Morawa (Belmera) dengan Jalan Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi Seksi II-VI (Kualanamu-Sei Rampah) yang telah beroperasi. Beroperasinya Jalan Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi Seksi I sampai Seksi VI diharapkan mempermudah distribusi barang serta memberikan nilai tambah terhadap ekonomi nasional. Indonesia. 

"Jika sudah diresmikan nanti, Jalan Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi Seksi I-VI akan menjadi akses infrastruktur untuk meningkatkan taraf perekonomian di Pulau Sumatera, khususnya Sumatera Utara," ujarnya.


Editor : Rahmat Fiansyah

KOMENTAR