Trump Bertemu Kim Jong Un, Harga Minyak Stabil

Rahmat Fiansyah · Selasa, 12 Juni 2018 - 11:55 WIB
Trump Bertemu Kim Jong Un, Harga Minyak Stabil

ilustrasi. (Foto: AFP)

SINGAPURA, iNews.id – Harga minyak mentah stabil pada perdagangan Selasa (12/6/2018) di tengah pertemuan antara Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un di Singapura.

Selain itu, pergerakan harga yang terbatas juga karena pelaku pasar tengah menanti pertemuan Organisasi Negara-Negara Eksportir (OPEC) dan mitranya yang digelar 22 Juni 2018 untuk menentukan produksi minyak.

Dilansir Reuters, dua patokan harga minyak mentah internasional nyaris tak bergerak dibandingkan penutupan kemarin. Minyak Brent diperdagangkan di level 76,45 dolar AS per barel sementara minyak AS West Texas Intermediate (WTI) berada di level 66,16 dolar AS per barel, naik 6 sen.

Selama ini pergerakan harga minyak disetir oleh permintaan yang semakin kuat dan pemangkasan produksi oleh OPEC. Namun, sejumlah analis menyebut, pasar minyak saat ini juga tergantung pada peristiwa, kebijakan publik, dan pernyataan pemimpin dunia.

Hari ini, Trump dan Kim bertemu di Singapura dengan tujuan mempersempit perbedaan bagaimana menghentikan nuklir di Semenanjung Korea. Kedua pemimpin negara tersebut dilaporkan juga berupaya memperbaiki hubungan antara Washington dan Pyongyang.

“Dan saat ini ada momentum pertemuan antara Donald Trump dan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un di Singapura. Apapun hasil pertemuannya asal positif akan menjadi berita bagus bagi pasar,” kata Shannon Rivkin, Direktur Investasi Rivkin Securities.

Fundamental pasar minyak ditentukan tiga produsen utama dunia yaitu Rusia, AS, dan Arab Saudi. Belakangan ini, harga minyak turun setelah menyentuh level tertinggi. Produksi minyak Rusia dilaporkan naik menjadi 11,1 juta barel per hari (bph) padahal sebelumnya tidak melewati level 11 juta bph.

Sementara produksi minyak AS meningkat hampir sepertiganya dalam dua tahun terakhir mencapai rekor ke level 10,8 juta bph. Arab Saudi juga dilaporkan akan menaikkan produksinya. Data terakhir menunjukkan, produksi minyak Arab Saudi sedikit di atas 10 juta bph pada bulan Mei 2018, padahal pada bulan sebelumnya ada di level 9,9 juta bph.

“Hal ini sesuai dengan perkiraan Saudi dan Rusia akan bergerak mengubah perjanjian pada pertemuan bulan ini,” kata Greg McKenna, Chief Market Strategist AxiTrader.

OPEC bersama negara-negara non-OPEC termasuk Rusia sepakat memotong suplai minyak di pasar sejak awal 2017 demi mengangkat harga minyak. Pada akhir bulan ini, mereka akan bertemu di Wina, Austria untuk menentukan arah kesepakatan ini selanjutnya.


Editor : Rahmat Fiansyah