Penjelasan BPJT soal Kartu E-Toll Bisa Expired

Okezone ยท Selasa, 12 Juni 2018 - 13:44 WIB
Penjelasan BPJT soal Kartu E-Toll Bisa Expired

ilustrasi. (Foto: Ant)

Facebook Social Media Twitter Social Media Google+ Social Media Whatsapp Social Media

JAKARTA, iNews.id - Pemudik yang menggunakan jalan tol harus tahu bahwa uang elektronik (e-toll) yang digunakan sebagai alat transaksi ternyata memiliki batasan waktu penggunaan, terutama saat digunakan pada ruas tol yang memiliki sistem tertutup.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Herry Trisaputra Zuna mengatakan, jalan tol yang beroperasi di Indonesia saat ini ada dua jenis yaitu sistem terbuka dan tertutup. Untuk ruas tol terbuka, pengguna jalan hanya sekali tempel kartu saat bertransaksinya.

"Sedangkan kalau sistem tertutup, dia itu harus tempel dua kali, di pintu masuk dan pintu keluar. Nah ini ada batasan waktu penggunaannya," ujarnya kepada Okezone, Selasa (12/6/2018).

Menurut Herry, tenggat waktu selama di tol merupakan standar operasional prosedur (SOP) yang dibuat oleh masing-masing Badan Usaha Jalan Tol (BUJT). Maksudnya, pengguna yang masuk ke jalan tol tersebut memiliki batas waktu tertentu yang diatur oleh BUJT. Menurut dia, pemberlakuan SOP ini karena ada pengguna tol yang menempelkan kartu e-toll berbeda saat masuk dan keluar.

"Misalnya satu ruas empat jam, kalau lewat dianggap expired, tapi bukan enggak bisa transaksi, tetap dilayani, karena selama ini ada temuan dari sisi badan usaha ada pengguna mengganti kartu, masuknya sehingga jalan lebih dekat," tuturnya.

Herry mengatakan, untuk jangka waktu tersebut, hanya BUJT yang tahu. Yang jelas, BPJT melihat hal ini sebagai SOP yang menjadi hak bagi BUJT.

"Waktu ini masih cukup untuk pengguna, katakan dari Bandung-Cileunyi berapa lama sih, katakan enggak sampai 4 jam. Yang penting saldo enggak pengaruh, dia tap di ujung jadi enggak pengaruh. Jadi kartu nanti masih dipakai," ujarnya.


Editor : Rahmat Fiansyah