Jasa Marga Sebut Kartu E-Toll Tidak Bisa Expired

Ade Miranti Karunia Sari ยท Selasa, 12 Juni 2018 - 15:17 WIB
Jasa Marga Sebut Kartu E-Toll Tidak Bisa Expired

ilustrasi. (Foto: Okezone.com)

Facebook Social Media Twitter Social Media Google+ Social Media Whatsapp Social Media

JAKARTA, iNews.id - PT Jasa Marga (Persero) Tbk mengklarifikasi beredarnya unggahan soal uang elektronik (e-toll) yang kadaluwarsa atau hangus (expired) di jalan tol.

AVP Corporate Communication Jasa Marga, Dwimawan Heru mengakui selaku badan usaha jalan tol (BUJT), Jasa Marga menerapkan sistem tertutup untuk sejumlah ruas tol milik perusahaan. Sistem itu, kata dia, untuk memonitor durasi perjalanan pengguna jalan tol saat uang elektronik ditap dan di gerbang asal dan gerbang tujuan.

“Ini dengan tujuan semata untuk evaluasi operasional kami. Kami tegaskan bahwa hal itu tidak membuat uang elektronik anda menjadi expired atau tidak bisa digunakan kembali atau bahkan uang elektronik anda saldonya terpotong,” kata dia melalui keterangan tertulis, Selasa (12/6/2018).

Bahkan, kata Dwimawan, Jasa Marga tidak pernah mengenakan sanksi atau denda atas kejadian tersebut. Atas kejadian itu, ujarnya, uang elektronik akan ditransaksikan secara manual lewat petugas gerbang tol di luar Gardu Tol Otomatis (GTO) yang menggunakan mesin EDC. Dengan demikian pengguna jalan tol dapat menggunakan uang elektronik yang sama.

“Kami tegaskan pengguna jalan tol bebas menggunakan kartu dalam batas wajar tanpa kekhawatiran uang elektroniknya menjadi expired,” ucap Dwimawan.

Sistem uang elektronik dinilainya tidak mengenal kadaluwarsa meskipun saldonya kosong dalam jangka waktu tertentu. Dengan kata lain, pengguna bisa melakukan pengisian (top up) kembali meski sudah lama tak digunakan.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Herry Trisaputra Zuna mengatakan, jalan tol yang beroperasi di Indonesia saat ini ada dua jenis yaitu sistem terbuka dan tertutup. Untuk ruas tol terbuka, pengguna jalan hanya sekali tempel kartu saat bertransaksinya.

"Sedangkan kalau sistem tertutup, dia itu harus tempel dua kali, di pintu masuk dan pintu keluar. Nah ini ada batasan waktu penggunaannya," ujarnya kepada Okezone, Selasa (12/6/2018).

Menurut Herry, tenggat waktu selama di tol merupakan standar operasional prosedur (SOP) yang dibuat oleh masing-masing Badan Usaha Jalan Tol (BUJT). Maksudnya, pengguna yang masuk ke jalan tol tersebut memiliki batas waktu tertentu yang diatur oleh BUJT. Menurut dia, pemberlakuan SOP ini karena ada pengguna tol yang menempelkan kartu e-toll berbeda saat masuk dan keluar.


Editor : Rahmat Fiansyah