Grab Dapat Suntikan Dana dari Toyota Rp14 Triliun

Rahmat Fiansyah ยท Rabu, 13 Juni 2018 - 12:16 WIB
Grab Dapat Suntikan Dana dari Toyota Rp14 Triliun

ilustrasi. (Foto: Ist)

Facebook Social Media Twitter Social Media Google+ Social Media Whatsapp Social Media

SINGAPURA, iNews.id – Grab, aplikator transportasi resmi mendapatkan pendanaan dari perusahaan raksasa otomotif asal Jepang, Toyota senilai 1 miliar dolar AS atau setara Rp14 triliun.

Dikutip dari TechCrunch, Rabu (13/6/2018), nilai valuasi Grab sebelum Toyota masuk dihargai 10 miliar dolar AS (Rp140 triliun). Pendanaan ini membuat Toyota memperoleh kursi di dewan direksi dan kesempatan untuk menempatkan orang-orangnya pada posisi-posisi strategis.

BACA JUGA:

Saingi Grab, Go-Jek Siapkan Rp7 Triliun untuk Ekspansi ke ASEAN

Bos Grab: Mengalahkan Uber Adalah Impian Saya

Grab yang baru saja mengakusisi unit bisnis Uber di Asia Tenggara ini, menyatakan siap bekerja sama dengan investor baru demi menciptakan jaringan transportasi yang lebih efisien untuk mengurangi kemacetan kota-kota besar di Asia Tenggara sekaligus meningkatkan penghasilan para pengemudi. Selain itu, kerja sama ini juga memberikan ruang bagi Grab untuk memanfaatkan Toyota Mobility Service Platform, teknologi pelengkap yang menawarkan asuransi, skema pembiayaan, dan perawatan mobil.

“Melihat ke depan, bersama Grab, kami akan mengembangkan layanan yang lebih atraktif dan aman kepada pelanggan kami di Asia Tenggara,” ujar Wakil Presiden Eksekutif Toyota, Shigeki Tomoyama.

Aksi korporasi Toyota kepada Grab bukan pertama kali dilakukan oleh perusahaan otomotif. Sebelumnya, perusahaan otomotif asal Korea Selatan, Hyundai juga ikut mendanai Grab.

Selain itu, pendanaan ini membuat kantong Grab semakin tebal. Sebelumnya, SoftBank dan Didi China melakukan investasi gabungan kepada Grab senilai 2,5 miliar dolar AS. Sejak mengakuisisi Uber, nilai valuasi Grab meningkat 4 miliar dolar AS karena sebelumnya 6 miliar dolar AS.

Grab mengklaim aplikasinya sudah diunduh lebih dari 100 juta kali di delapan negara Asia, seperti Singapura, Indonesia, Vietnam, dan Thailand. Perusahaan yang didirikan oleh Anthony Tan ini juga menyatakakan, pendapatan tahunan mereka sudah melewati 1 miliar dolar AS meski tidak mengumumkan apakah sudah untung atau rugi.

Pendanaan ini membuat persaingan antara Grab dan Go-Jek semakin ketat. Sebelumnya, Go-Jek telah mengumumkan akan melakukan ekspansi ke empat negara tetangga untuk berkompetisi secara langsung dengan Grab di kawasan Asia Tenggara. Perusahaan yang dinakhodai oleh Nadiem Makarim ini diprediksi memiliki valuasi 4,5 miliar dolar AS.


Editor : Rahmat Fiansyah