Kereta Cepat Jakarta-Surabaya Dibangun 2019, Tahap I Jakarta-Semarang

Antara ยท Rabu, 13 Juni 2018 - 13:33 WIB
Kereta Cepat Jakarta-Surabaya Dibangun 2019, Tahap I Jakarta-Semarang

Wakil Presiden, Jusuf Kalla. (Foto: Okezone.com)

Facebook Social Media Twitter Social Media Google+ Social Media Whatsapp Social Media

TOKYO, iNews.id – Pemerintah menyatakan kereta cepat Jakarta-Surabaya akan dibangun tahun depan secara bertahap. Untuk tahap pertama, megaproyek ini akan dibangun Jakarta-Semarang.

Wakil Presiden, Jusuf Kalla mengatakan, pembangunan kereta cepat tahap pertama membutuhkan perlintasan baru sepanjang Jakarta-Semarang. Sementara untuk rute dari Semarang ke Surabaya akan dilalui dengan perlintasan yang sudah ada milik PT Kereta Api Indonesia (KAI).  

"Ini tahap pertama dahulu, itu sampai Semarang. Umumnya kan sebagian besar perlintasan itu sudah dikuasai PT KAI. tinggal dibangun satu line lagi sehingga akan menjadi tiga lintasan," ujar Kalla di Tokyo, Jepang, Rabu (13/6/2018).

BACA JUGA:

Apa Kabar Proyek Kereta Semi Cepat Jakarta-Surabaya? Ini Progresnya

Kendati demikian, studi kelayakan (feasibility study atau FS) proyek tersebut belum rampung. Studi itu saat ini tengah difinalisasi Japan International Cooperation Agency (JICA) bersama Kementerian Perhubungan. Salah satu poin yang menjadi hambatan yaitu soal model perlintasan apakah di atas layang (elevated) atau di bawah tanah (underground).

"Sekarang kita sudah putuskan untuk segera memulai itu, tinggal studinya yang lengkap sedang dibuat bersama dengan Kementerian Perhubungan. Kalau lintasan itu bisa dibuat elevated atau underground, maka itu bisa cukup lima atau enam jam Jakarta-Surabaya," kata Kalla.

Menurut Kalla, perjalanan kereta api reguler dari Jakarta ke Surabaya saat ini menghabiskan waktu sekitar 12 jam karena masih banyak terdapat perlintasan sebidang. Oleh karena itu, dengan adanya kereta cepat nantinya masyarakat bisa memiliki alternatif pilihan moda transportasi.

“Itu bisa bersaing dengan pesawat terbang. Sekarang kan orang lebih memilih pesawat terbang karena relatif lebih murah, juga relatif lebih cepat," tuturnya.

Sebagian pendanaan proyek kereta cepat Jakarta-Surabaya ini dibangun dengan metode pembiayaan pinjaman lunak (soft loan) dari Jepang dengan tenor 40 tahun dan masa tenggang (grace period) 10 tahun. Bunga pinjaman pun tergolong rendah hanya 0,5 persen. Biaya pembangunan diperkirakan antara Rp90-100 triliun.


Editor : Rahmat Fiansyah