Dekati Lebaran, Penjualan Pakaian di Tanah Abang Sepi

Ade Miranti Karunia Sari · Rabu, 13 Juni 2018 - 16:12 WIB
Dekati Lebaran, Penjualan Pakaian di Tanah Abang Sepi

Suasana di Blok A, Pasar Tanah Abang, Jakarta, Rabu (13/6/2018). (Foto: iNews.id/Ade Miranti Karunia Sari)

JAKARTA, iNews.id - Pasar Tanah Abang masih tetap jadi pilihan untuk berbelanja bagi masyarakat meski semakin sepi saat mendekati Hari Raya Idul Fitri 1439 H.

Berdasarkan pantauan iNews.id, Rabu (13/6/2018), kondisi di pusat grosir pakaian terbesar di Asia Tenggara itu tidak seramai hari-hari sebelumnya. Akses jalanan menuju kawasan Tanah Abang juga cukup lengang untuk dilewati pada pukul 10:00 WIB.

Hingga pukul 12.00 WIB, pembeli di Pasar Tanah Abang tak kunjung ramai. Luna (24), salah satu penjaga toko Ghina yang berlokasi di Blok A Pasar Tanah Abang mengaku pengunjung saat H-2 Lebaran cenderung sepi.

Menurut penjaga toko yang menjajakan beragam pakaian busana muslim hingga perlengkapan salat ini, adanya informasi di media soal pencairan Tunjangan Hari Raya Pegawai Negeri Sipil (THR PNS) dan THR pegawai swasta tidak terlalu berpengaruh pada keramaian di Tanah Abang. Dia menduga, masyarakat semakin banyak yang membeli secara online.

“Iya, saya juga jualan online. Lebih banyak yang beli lewat online sih," ujar perempuan berkerudung tersebut.

Luna mengatakan, membeli secara online lebih menarik karena pembeli tidak perlu berdesak-desakan selama bulan Ramadan. Selain itu, dia juga menyebut, banyak pembeli yang membeli pakaian Lebaran sebelum Ramadan. Pada bulan lalu, dia mengaku tokonya mendapat omzet puluhan juta dengan harga busana muslim yang ditawarkan cukup bervariasi mulai dari Rp100 ribu hingga jutaan. 

"Waktu sebelum Ramadan, sebulan lalu bisa dapat sekitar Rp50 jutaan. Tapi, kalau mau dekat Lebaran ini enggak sampai. Kalau omzet tahun ini ada kenaikan tapi nggak banyak, paling dua sampai tiga persen saja,” katanya.

Imron (43), salah seorang penjualan lain di blok yang sama justru mengeluhkan tidak adanya kenaikan penjualan, baik selama Ramadan maupun mendekati Lebaran. "Sama saja sih, tapi kalau sekarang ini justru ada penurunan," ucapnya sembari melayani pembeli. 

Namun, Imron mengaku omzet penjualan di tokonya mencapai Rp2-3 juta per hari. Produk yang dibeli sebagian besar adalah perlengkapan salat perempuan atau mukena yang dipasarkan mulai dari Rp70.000 hingga jutaan rupiah. 

"Mungkin tempatnya sih yang agak ke bawah dan ke dalam. Kalau lokasinya di depan-depan, mungkin ramai," katanya.

 

 


Editor : Rahmat Fiansyah