Sharp dan Nokia Siap Tambah Investasi di Indonesia

Rahmat Fiansyah · Rabu, 13 Juni 2018 - 18:02 WIB
Sharp dan Nokia Siap Tambah Investasi di Indonesia

Menteri Perindustrian (kedua dari kanan) saat bertemu perwakilan Nokia. (Foto: Ist)

JAKARTA, iNews.id – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyebut perusahaan elektronika asal Jepang, Sharp Corporation dan perusahaan ponsel asal Finlandia, Nokia berkomitmen meningkatkan investasi di Indonesia.

Komitmen tersebut disampaikan usai Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto bertemu dengan Presiden sekaligus CEO Sharp Corp. Tai Jeng Wu dan Chairman HMD Global, Sam Chin dan Vice President HMD Global, James Rutherfoord di Jakarta, Senin (11/6/2018). HMD Global merupakan divisi Nokia khusus ponsel yang sempat dijual ke Microsoft sebelum dibeli kembali.

Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin Harjanto mengatakan, pemeirntah menyambut positif rencana penambahan investasi tersebut dan diharapkan bisa segera direalisasikan secepatnya. Dia juga berharap kedua perusahaan itu bisa meningkatkan dengan industri lokal.

“Mereka melihat Indonesia merupakan pasar potensial yang besar dan bisa menjadi basis manufaktur untuk meningkatkan daya saing produknya guna memenuhi kebutuhan pasar domestik dan global,” kata Harjanto melalui keterangan tertulis, Rabu (13/6/2018).

Selain Sharp, kata Harjanto, 24 perusahaan mitra Xiaomi juga tengah menjajaki lokasi industri di Pulau Batam untuk berinvestasi. Mereka berkomitmen mendukung pengembangan industri ponsel di dalam negeri.

Di hari yang sama, kata Harjanto, Menperin juga bertemu dengan perwakilan Nokia. Salah satu hasil pertemuan ini yaitu Nokia akan mengubah model bisnisnya dengan melibatkan mitra lokal termasuk di Indonesia dalam upaya pengembangan industri ponsel yang berskala global.

“Perkembangan bisnis ponsel saat ini memang cepat sekali trennya berubah, sehingga dengan strategi tersebut, Nokia menargetkan akan bisa menguasai sekitar 10 persen market share di Indonesia,” tutur Harjanto.

Kemenperin akan mendukung langkah yang dilakukan oleh Nokia itu sekaligus mengajak untuk meningkatkan investasinya di Indonesia.

Berdasarkan data Kemenperin, saat ini ada 30 industri komponen ponsel dan tablet di dalam negeri yang memproduksi delapan jenis komponen, yaitu PCBA, adapter (travel charger), earphone, kabel USB, chasing baterai, cell baterai lithium, bahan baku baterai lithium, serta karton box, manual box, dan kartu garansi. Sementara itu, terdapat tiga industri ponsel di dalam negeri yang telah mempunyai fasilitas surface mount technology (SMT), yakni Samsung, Satnusa dan Oksha.


Editor : Rahmat Fiansyah