Wall Street Melemah Usai The Fed Beri Sinyal Naikkan Suku Bunga 4 Kali

Rahmat Fiansyah ยท Kamis, 14 Juni 2018 - 10:32 WIB
Wall Street Melemah Usai The Fed Beri Sinyal Naikkan Suku Bunga 4 Kali

ilustrasi Wall Street. (Foto: Okezone.com)

Facebook Social Media Twitter Social Media Google+ Social Media Whatsapp Social Media

NEW YORK, iNews.id – Bursa saham Amerika Serikat (AS) turun pada perdagangan Rabu (14/6/2018) setelah bank sentral, The Fed menaikkan suku bunga acuan sekaligus memberikan sinyal kenaikan dua kali lagi tahun ini.

Dilansir CNBC, Indeks Dow Jones industrial average melemah 119,53 poin atau 0,47 persen ke level 25.201 poin. S&P 500 juga turun 0,4 persen sementara Nasdaq Komposite turun palling sedikit sebesar 0,11 persen.

The Fed menaikkan suku bunga 25 basis poin seperti yang sudah diperkirakan pasar, namun mengindikasikan kenaikan suku bunga dua kali lagi tahun ini. Semua anggota The Fed saat ini memperkirakan kenaikan suku bunga empat kali dari sebelumnya tiga kali.

Pernyataan The Fed yang lebih agresif membuat para pelaku pasar khawatir biaya pinjaman akan meningkat sehingga bisa menahan laju ekonomi dan membuat berat pasar keuangan. Penurunan Wall Street terjadi saat 30 menit terakhir sebelum bursa ditutup, tak lama setelah The Fed merilis pernyataan.

BACA JUGA:

The Fed Naikkan Suku Bunga Jadi 2 Persen, Kemungkinan 4 Kali Tahun Ini

Bank sentral mengubah beberapa frasa dari memo bulan sebelumnya dengan memberikan penekanan yang lebih optimistis terhadap pertumbuhan ekonomi dan ekspektasi inflasi.

“Saya pikir pasar cukup benar memandang pernyataan The Fed dengan nada yang lebih hawkish. Dari sisi ekonomi, pada pertengahan tahun ini, pertumbuhan ekonomi kuartal kedua mungkin bisa mencapai 4 persen. Situasi tersebut mungkin tidak berkelanjutan tapi semua data ekonomi terlihat cukup kuat,” kata Eric Lascelles, Kepala Ekonom RBC Global Asset Management, dikutip Kamis (14/6/2018).

Penurunan saham ini membuat sebagian pelaku pasar mulai mengamankan asetnya ke instrumen seperti surat utang. Hal ini terlihat dari obligasi pemerintah AS dengan tenor 10 tahun yang kembali menembus 3 persen. Tak hanya itu, mata uang dolar AS juga menguat terlihat dari indeks dolar yang kembali di atas 94 poin.


Editor : Rahmat Fiansyah